Sasude Edukasi Anak-anak Tepi Sungai Deli dengan Ramadan Camp
Ketika sore para peserta pun kembali kerumah masing-masing, bersih-bersih untuk persiapan berbuka puasa bersama di lokasi camp.
61 orang peserta yang masih mengikuti kegiatan tersebut rata-rata berusia 10-14 tahun.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 45 orang relawan yang tergabung dari kepanitiaan, komunitas independen, organisasi kemahasiswaan dan instansi pemerintahan.
“Yang dari organisasi kemahasiswaan ada Kepramukaan dari Unimed, Berani Bermimpi dari Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, ada juga relawan dari komunitas independen seperti Pasukan Dongeng, Alternative Community dan masih banyak lagi,” ucap Yusrijal.
Kegiatan Ramadan Camp merupakan inisiatif dari Sasude untuk bisa melakukan pengabdian masyarakat kepada anak-anak tepian Sungai Deli.
“Ketika kami turun lokasi ini dulu (4 tahun yang lalu), kita melihat minimnya kesadaran untuk pendidikan anak-anak di sini, hingga akhirnya kami yang tergabung dalam Sasude sepakat untuk membuat sanggar di sini. Jadi Ramadan Camp ini merupakan salah satu program untuk mengedukasi anak-anak yang dilaksanakan oleh Sasude setiap tahunnya,” ujar Lukman Hakim Siagian, Inisiator Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude).
Seorang peserta pun menyampaikan pengakuannya atas terselenggara kegiatan ini.
“Enaknya dari ikut kegiatan ini yaitu mendapat ilmu dan banyak kegiatan yang bisa dilakukan seperti menggambar dan belajar supaya cerdas,” tutur Wawan Andika, seorang peserta yang berumur 12 tahun.
Kegiatan Ramadan Camp ini dibatasi hanya untuk 100 orang peserta.
Persyaratan yang diberlakukan penyelenggara adalah para calon peserta harus mendaftarkan diri terlebih dahulu, sekaligus membawa izin tertulis yang sudah ditanda tangani oleh orang tua masing-masing.
(cr15/ tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pintu-masuk-area-kegiatan-ramadan-camp.jpg)