Breaking News:

KONDISI COVID-19 India Hari Ini, Dokter Minta Berlakukan Lockdown Bangun RS Darurat Seperti China

Dokter di India minta diberlakukan sistem penguncian selama beberapa minggu, mendirikan unit gawat darurat (UGD) seperti China 

Editor: Salomo Tarigan
ISTIMEWA VIA INTISARI
Kondisi di India setelah banyaknya pasien Covid-19 meninggal dunia. Dokter dan pihak krematorium kewalahan. 

"Kami benar-benar perlu mempelajarinya secara intensif untuk mengetahui apakah vaksin yang digunakan di sana memicu respons yang membuat varian ini kebal?. Jadi yang menurut saya perlu dilakukan dengan sangat cepat adalah mendapatkan spesimen dan bahan di luar India lalu dikirim ke CDC AS, NIH (Institut Kesehatan Nasional) AS, serta Wellcome Trust di Inggris," kata Dr Fauci.

Menurut Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS ini, ada banyak pihak yang ingin terlibat dalam penelitian terkait genom dari varian India yang diduga memiliki sifat kebal terhadap antibodi ini.

"Ada banyak kelompok yang sangat ingin membantu dan mereka dapat membantu dengan melakukan sequencing dan pengawasan serta penentuan apakah virus tersebut sebenarnya sensitif terhadap antibodi yang diinduksi oleh vaksin," tegas Dr Vauci.

Ia kembali menekankan bahwa masyarakat harus segera mendapatkan vaksinasi dan pemerintah India perlu menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan farmasi produsen vaksin Covid-19.

Karena India tidak dapat hanya mengandalkan vaksin yang diproduksi sendiri, dalam hal ini oleh Serum Institute of India.

"Anda harus mendapatkan persediaan (vaksin), anda harus membuat pengaturan kontrak dengan berbagai perusahaan yang ada di dunia. Ada banyak perusahaan yang sekarang memiliki vaksin, saya pikir anda harus bernegosiasi dengan mereka untuk mencoba dan mendapatkan komitmen. Mengapa? Karena India dihuni 1,4 miliar penduduk, anda harus memiliki banyak vaksin dan kalau saya jadi anda, saya akan pergi ke beberapa perusahaan yang berbeda dan mencoba untuk mendapatkan pengaturan kontrak sehingga bisa memperoleh vaksin secepat mungkin," tegas Dr Fauci.

Dr Fauci juga menambahkan bahwa mendapatkan vaksin dari China dan Rusia menjadi jalan yang 'benar-benar' harus diambil dalam situasi tersebut.

"Anda baru memiliki dua persen dari begitu banyak warga yang harus divaksinasi, inilah yang saya dengar. Saya tidak tahu apakah informasi itu akurat namun itulah yang saya dengar. Dua persen ini adalah jumlah dari mereka yang mendapatkan dosis kedua, sedangkan 11 persen telah mendapatkan setidaknya satu dosis. Dan jika itu masalahnya, jalan anda masih panjang jika anda benar-benar ingin melindungi warga India. Kalau saya jadi anda, saya akan menghubungi sebanyak mungkin perusahaan farmasi agar dapat membuat pengaturan kontrak untuk mendapatkan vaksin. Dan perlu diketahui bahwa India adalah negara penghasil vaksin terbesar di dunia, itulah masalahnya, anda harus bisa meningkatkan kemampuan anda sendiri dalam memproduksi vaksin," papar Dr Fauci.

Sebelumnya, pada hari Rabu lalu, Dr Fauci mengatakan bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi di India, telah ditemukan dapat menetralkan varian B.1.617 dari virus mematikan tersebut.

"Ini adalah sesuatu di mana kami masih mendapatkan data terbarunya setiap hari, namun untuk data terbaru, saya melihat orang yang menerima vaksin yang digunakan di India, itu ditemukan dapat menetralkan varian 617," tutur Dr Fauci.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved