Breaking News:

Sudah 2 Minggu Jadi DPO, Bos KTV Electra Masih Bebas Berkeliaran, Begini Kata Kejati Sumut

Pasca ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) dua pekan lalu, keberadaan Bos KTV Electra Sugianto alias Aliang hingga saat ini belum diketahui.

Tribun Medan
Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pasca ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) dua pekan lalu, keberadaan Bos KTV Electra Sugianto alias Aliang hingga saat ini belum diketahui.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian mengatakan, Kejatisu saat ini terus melakukan pencarian terhadap terdakwa perkara kepemilkan puluhan butir ekstasi itu.

Sumanggar mengatakan, hingga kini pihaknya terus berupaya memburu Bos KTV Electra itu dengan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Masih dalam pencarian terhadap terdakwa yang sudah ditetapkan DPO. Kita juga tetap berupaya berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menemukannya," kata Sumanggar, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Bos KTV Electra Pemilik 14 Butir Ekstasi Berkeliaran Setelah Divonis, Jaksa Saling Buang Badan

Dijelaskan Sumanggar, tidak ada tenggat waktu dengan status DPO terdakwa Aliang. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan pencarian Aliang hingga ditemukan.

"Tidak ada batas waktu bagi yang berstatus DPO. Kapan saja bisa ditangkap untuk kita lakukan eksekusi," pungkasnya.

Sebelumnya, Aliang juga sudah diultimatum untuk menyerahkan diri. Ia diultimatum 1x24 jam agar menyerahkan diri untuk dilakukan penahanan di Rutan Tanjunggusta Medan. Namun, hingga diterbitkan DPO, yang bersangkutan tak kunjung menyerahkan diri.

Perintah penahanan Aliang berdasarkan putusan hakim MA sejalan dengan putusan di tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT) Medan yang menghukum bos KTV Electra 4 tahun penjara dan diperintahkan untuk dimasukkan dalam tahanan.

Baca juga: Melenggang Bebas di PN Medan, Bos KTV Electra Dijatuhi Pidana Penjara di Pengadilan Tinggi Medan

Sebelumnya di PN Medan, Hakim Ketua Tengku Oyong memvonis rehabilitasi selama 6 bulan terdakwa Sugianto, di Klinik Ketergantungan Napza Setia Budi Jl Setia Budi No 94 I Medan, pada 28 Januari 2020.

Diketahui, kronologi perkara ini bermula pada Selasa, 27 Agustus 2019, saat terdakwa Sugianto datang ke KTV Electra, Jalan Kompleks CBD Polonia Blok G Nomor 50 Kelurahan Suka Damai Kecamatan Medan Polonia.

Lalu, petugas Dit Res Narkoba Polda Sumut melakukan penggeledahan di meja kerja milik terdakwa. Namun saat itu, laci pertama dalam keadaan terkunci sehingga laci tersebut dibongkar dengan izin terdakwa.

Setelah dibuka, petugas menemukan satu lembar amplop warna putih berisi pil ekstasi logo Mahkota sebanyak 14 butir, Happy Five (H5) 9 butir dan serbuk keytamin seberat 1,36 gram.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved