Pengutipan di Bukit Sibea bea

Warga Protes Pengutipan di Bukit Sibea-bea, Pemkab Samosir 'Lepas Tangan' Sebut Dikelola Yayasan

Bukit Sibea-bea yang kabarnya akan dibangun patung Yesus kini menjadi perbincangan hangat lantaran warga keberatan dipungut biaya retribusi

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN PONTIANAK
Pemandangan jalur berliku dk Bukit Sibea-bea yang merupakan kawasan wisata religi Patung Yesus Kristus, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com,SAMOSIR--Masyarakat dan netizen pengguna media sosial akhir-akhir ini ribut soal pengutipan retribusi di Bukit Sibea-bea, Kabupaten Samosir.

Lokasi yang rencananya akan dibangun patung Yesus itu kini ramai dikunjungi masyarakat karena keelokan panoramanya.

Namun, sejumlah masyarakat yang berkunjung ke lokasi protes dimintai uang oleh Yayasan Jadilah Terang Danau Toba.

Terkait pengutipan mengatasnamakan Yayasan Jadilah Terang Danau Toba, Pemkab Samosir pun terkesan 'lepas tangan'.

Baca juga: Siswa SD Tenggelam di Perairan Danau Toba Samosir Selepas Ujian, Ditemukan Dua Jam Kemudian

Mereka menyebut bahwa Pemkab Samosir tidak ada hubungannya dengan yayasan tersebut.

Bahkan, karena saat ini banyak masyarakat yang sudah ribut soal pengutipan itu, Pemkab Samosir mengatakan bahwa bukit tersebut adalah milik yayasan.  

"Objek wisata Bukit Sibea-bea adalah milik swasta atas nama Yayasan Jadilah Terang Danau Toba, dan tidak ada hubungan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir," kata Kadis Kominfo Pemkab Samosir Rohani Bakkara, Sabtu (8/5/2021).

Dia mengatakan, bahwa pemerintah daerah sama sekali tidak ada mengutip uang di lokasi wisata tersebut.

Baca juga: Bakti Raja Dolok Sanggul, Lokasi Lain untuk Menikmati Keindahan Danau Toba

Namun, soal Yayasan Jadilah Terang Danau Toba, Rohani tak memberikan keterangan secara gamblang. 

"Karena status kepemilikan/pengelola Yayasan Jadilah Terang Danau Toba (swasta), maka tidak ada pemungutan retribusi di objek tersebut," katanya.

Ditanya lebih lanjut soal pengutipan uang itu, Rohani mengatakan bahwa duit tersebut adalah pengganti tiket masuk. 

"Hal ini perlu kami jelaskan agar tidak menimbulkan polemik dan informasi yang simpang siur di masyarakat, dan juga meluruskan pernyataan pak Siringo-ringo sebagai penjaga portal di obyek wisata Sibea-bea," katanya. 

Baca juga: Peringati Hari Bumi, Kayaker Sumut Bersihkan Danau Toba

Sementara itu, sebagaimana dilansir Tribunpontianak, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan mengimbau agar masyarakat tidak berkunjung ke Bukit Sibea-bea untuk sementara waktu.

“Akses jalan itu menuju obyek wisata patung Yesus. Saat ini perkiraan masih dalam proses pembangunan kurang lebih 40-50 persen. Jadi belum rampung. Sampai saat ini sebetulnya belum dibuka untuk umum,” kata dia kepada Kompas.com, Jumat 29 Januari 2021.

Adapun, Bukit Sibea-bea tadinya merupakan perbukitan yang tidak memiliki akses kendaraan sebelum adanya pembangunan obyek wisata religi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved