Breaking News:

Puasa Mampu Menambah Daya Fokus, Olahraga Sore Mempercepat Pembakaran Lemak

Dokter menganjurkan agar berbuka puasa tidak diawali dengan gorengan, sebab makanan tersebut tinggi kolestrol

Penulis: Dian Nur Utama Saragih
Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
dr Aditya Pinem 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bulan Ramadan adalah kesempatan yang tepat untuk mendisiplinkan diri. Para milenieal yang bekerja, puasa adalah obat jika ada yang sedang mengalamai sakit lambung yang diakibatkan pola makan tidak teratur.

Menunaikan ibadah puasa Ramadan sebenarnya bisa dijadikan kesempatan untuk memperbaiki pola makan tersebut. Sebab puasa bisa menjadikan seseorang teratur dalam menerapkan pola makan, yaitu disiplin untuk hanya makan pada saat sahur dan berbuka.

Dokter menganjurkan agar berbuka puasa tidak diawali dengan gorengan, sebab makanan tersebut tinggi kolestrol. Anjuran untuk berbuka dengan yang manis pun harus dicermati secara hati-hati.

Baca juga: Mendaki Gunung saat Lagi Puasa Kenapa Enggak?, Simak Tipsnya

Sebab terdapat dua golongan gula yang menghasilkan rasa manis, yaitu gula yang kompleks dan tidak kompleks.

 “Terkadang ada yang mengartikan anjuran itu dengan makan kolak, es buah, sirup dn lainnya  yang mengandung gula sederhana (gula pasir yang terlalu tinggi). Nah, itu memang membantu menaikkan kadar gula darah secara cepat, namun jika dikonsumsi secara terus-menerus justru bisa berdampak buruk untuk kesehatan,” tutur dr Aditya Pinem (25) saat wawancara dengan Tribun, Jalan M Yakub Lubis, Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sabtu (8/5/2021).

Ia menyarankan agar buka puasa diawali dengan kurma, madu, atau aneka buah yang rasanya manis. Sebab aneka buah mengandung fruktosa, walau pun manis, namun manfaatnya tentulah berbeda dengan manisnya gula pasir.

Disarankan untuk tidak langsung mengkonsumsi makanan berat saat berbuka. Utmakanlah minum air terlebih dahulu, kemudian makan ringan, kemudian menunaikan salat, setelah itu barulah dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan berat.

 “Sekitar 13 jam kita tidak makan, di situlah priodesasi pencernaan beristirahat, ibarat mesin yang dalam keadaan vakum dan tidak bekerja, tiba-tiba langsung diisi dengan gilingan yang banyak atau pun besar, mungkin akan banyak masalah-masalah yang muncul dikarenakan itu, begitu jugalah kira-kira pencernaan kita bekerja,” imbuh Aditya.

Untuk makanan berat yang disarankan adalah yang memiliki mineral, cukup serat, dan padat gizi.

Penting pula untuk kita memilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak, dengan tetap memperhatikan porsinya supaya tidak berlebihan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved