Breaking News:

BMKG Belawan: Waspada Rob saat Libur Lebaran

BMKG Stasiun Maritim Belawan mengeluarkan peringatan dini terjadinya rob atau pasang besar yang menyebabkan luapan air laut saat libur Lebaran.

Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Rob atau banjir pasang laut mencapai pintu masuk Pelabuhan Belawan, akhir April lalu. BMKG Stasiun Maritim Belawan mengeluarkan peringatan dini terjadinya rob atau banjir pasang laut pada libur Lebaran. 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Belawan mengeluarkan peringatan dini terjadinya rob atau pasang besar yang menyebabkan luapan air laut saat libur Lebaran.

"Masyarakat pesisir pantai diimbau waspada adanya fenomena banjir pesisir akibat adanya aktivitas pasang air laut. Maksimum yang diprediksikan berpotensi terjadi pada tanggal 10-14 Mei 2021 di wilayah pesisir Belawan dan sekitarnya," kata Kepala BMKG Maritim Belawan, Sugiyono, Minggu (8/5/2021).

Sugiyono menyampaikan, kondisi alam ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir. Begitu juga aktivitas masyarakat serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

Warga diimbau tetap waspada sejak siang hingga menjelang malam. Diprediksi banjir tertinggi bisa mencapai 2,5 meter di wilayah pesisir Belawan. Banjir diperkirakan mulai sekitar pukul 13.00-15.00 WIB.

Imbauan juga disampaikan khusus kepada masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Diharapkan aktivitas mencari ikan sehari-hari agar lebih mengutamakan keselamatan dan siaga pada dampak rob.

Banjir pasang setiap tahun melanda enam kelurahan di Kecamatan Medan Belawan. Ribuan rumah warga terdampak, di antaranya di Kelurahan Belawan Sicanang, Belawan Bahari, Belawan Bahagia, Belawan Satu, Belawan Dua, dan Bagan Deli.

"Masyarakat perlu siaga banjir rob karena potensi gangguan aktivitas masyarakat di pesisir pantai ataupun aktivitas transportasi laut yang berada di wilayah perairan. Kami akan terus memberi update informasi cuaca maritim dari BMKG Maritim Belawan," ungkapnya. (

Pemerintah Buka Mata

Warga Belawan meminta perhatian Pemko Medan atas bencana alam musiman ini. Karena selama ini resapan air dan fungsi drainase sudah banyak yang rusak, sehingga terjadi peningkatan dampak banjir rob yang akhirnya mencapai pemukiman dan jalan lintas Medan-Belawan.

Akhir April lalu, sejumlah warga bahkan menggelar unjuk rasa menuntut pemerintah segera bertindak menangani banjir akibat air pasang.

Warga Belawan unjuk rasa di tengah genangan banjir rob di Jalan Sumatera dekat pintu masuk Pelabuhan Belawan, akhir April lalu.
Warga Belawan unjuk rasa di tengah genangan banjir rob di Jalan Sumatera dekat pintu masuk Pelabuhan Belawan, akhir April lalu. (Dedy / Tribun Medan)

Tokoh masyarakat Belawan, Haji Irfan Hamidi mengatakan intensitas banjir semakin tinggi.

"Sekarang ini, kalau pasang setinggi ini. Nelayan pun tak dapat bekerja. Zaman dulu hanya musiman lima tahun sekali. Sekarang sudah berkali-kali masuk ke pemukiman penduduk," katanya.

Haji Irfan mendesak pihak pemerintah, kecamatan, dan perusahaan yang ada di lingkar pelabuhan Belawan sekitar sama-sama sadar dengan kondisi dampak lingkungan. Banjir Rob yang semakin sering dan tinggi ini, katanya perlu tindakan cepat.

"Tolong pemerintah dan perusahaan sekitar membuka mata untuk secepatnya menata lagi Belawan," pungkasnya. (dyk)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved