Pemkot Medan Distribusikan 1000 Paket Sembako Bantuan Presiden ke Pertuni dan Warga Kampung Nelayan
Sebanyak 300 paket sembako diserahkan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) dan 300 paket kepada warga warga Kampung Nelayan, Kelurahan Nelayan Ind
TRIBUN-MEDAN.com – Wali Kota (Walkot) Medan Bobby Nasution menyatakan sebanyak 1.000 paket bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) telah diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dari Sekretariat Negara.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 paket sembako tersebut diserahkan kepada masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni).
Sementara itu, 700 paket bantuan sembako lainnya telah diserahkan secara simbolis oleh Walkot Bobby kepada warga Kampung Nelayan, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin (10/5/2021).
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya, khususnya yang membutuhkan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 dan menjelang lebaran, tentunya warga memerlukan bantuan (sembako) ini untuk memenuhi kebutuhan pokoknya,” kata Walkot Bobby.
Baca juga: Jelang Lebaran, Disperindag Sumut Beber Harga Sembako dan Daging di Pasaran, Berikut Rinciannya
Ia berharap, bantuan paket sembako berupa beras, gula, minyak, teh celup, dan biskuit tersebut dapat bermanfaat bagi warga Kampung Nelayan.
Bobby terima keluhan warga Kampung Nelayan
Usai menyerahkan paket bantuan sembako secara langsung ke rumah warga yang berlokasi di dekat tanggul Kampung Nelayan, Walkot Bobby mendengar beberapa keluhan dari warga.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Karman (56) mewakili warga di Kampung Nelayan menyampaikan masalah yang selama ini dihadapi warga, yaitu tanggul atau benteng untuk mengantisipasi air laut pasang.
Baca juga: Lakukan Penyemprotan Disinfektan di 34 Titik, Kapolrestabes Medan Diapresiasi Walkot Bobby
“Warga di sini secara gotong royong membuat benteng dengan tanah guna mengantisipasi jika air laut pasang. Apalagi ini mau mendekati Lebaran, agar mencegah naiknya air laut, seminggu yang lalu warga membuat benteng,” paparnya.
Karman mengaku, dalam kurun waktu satu bulan, air laut pasang terjadi sebanyak dua kali setiap enam jam. Hal ini mengharuskan warga untuk tetap siaga terhadap banjir rob.
Meski warga sudah berupaya membuat benteng, lanjut Karman, tanggul tersebut tidak cukup kuat untuk mencegah banjir rob.
“Karena benteng yang didirikan tidak tinggi dan kuat, sehingga mudah jebol,” jelas Karman, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Medan pada Selasa (11/5/2021).
Baca juga: Jelang Lebaran, 41 Pejabat di Lingkungan Pemko Siantar Dilantik Sekda
Untuk itu, warga Kampung Nelayan berharap Pemkot Medan dapat membantu membuatkan benteng yang lebih kuat untuk mencegah banjir.
Keluhan yang disampaikan perwakilan warga itu pun langsung diterima oleh Walkot Bobby.
“Insya Allah, besok saya akan menurunkan alat berat untuk mengerjakan benteng. Nantinya sementara benteng akan dibuat dengan tanah, tetapi kita akan buat tingginya 4 meter, jadi dapat mengantisipasi jika air laut pasang,” ungkap Bobby.
Dengan begitu, kata dia, warga Kampung Nelayan dapat terhindar dari banjir rob.
“Saya harapkan, warga di sini dapat merayakan Idul Fitri dengan suka cita,” ujar Bobby.