Breaking News:

Pemkot Medan Distribusikan 1000 Paket Sembako Bantuan Presiden ke Pertuni dan Warga Kampung Nelayan

Sebanyak 300 paket sembako diserahkan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) dan 300 paket kepada warga warga Kampung Nelayan, Kelurahan Nelayan Ind

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana (CM)
Editor: Mikhael Gewati (CM)
Dok. Humas Pemerintah Kota Medan
Wali Kota (Walkot) Medan Bobby Nasution saat menyerahkan paket bantuan sembako Presiden Jokowi secara simbolis kepada warga Kampung Nelayan, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin (10/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com – Wali Kota (Walkot) Medan Bobby Nasution menyatakan sebanyak 1.000 paket bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) telah diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dari Sekretariat Negara.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 paket sembako tersebut diserahkan kepada masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni).

Sementara itu, 700 paket bantuan sembako lainnya telah diserahkan secara simbolis oleh Walkot Bobby kepada warga Kampung Nelayan, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin (10/5/2021).

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya, khususnya yang membutuhkan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 dan menjelang lebaran, tentunya warga memerlukan bantuan (sembako) ini untuk memenuhi kebutuhan pokoknya,” kata Walkot Bobby.

Baca juga: Jelang Lebaran, Disperindag Sumut Beber Harga Sembako dan Daging di Pasaran, Berikut Rinciannya

Ia berharap, bantuan paket sembako berupa beras, gula, minyak, teh celup, dan biskuit tersebut dapat bermanfaat bagi warga Kampung Nelayan.

Bobby terima keluhan warga Kampung Nelayan

Usai menyerahkan paket bantuan sembako secara langsung ke rumah warga yang berlokasi di dekat tanggul Kampung Nelayan, Walkot Bobby mendengar beberapa keluhan dari warga.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Karman (56) mewakili warga di Kampung Nelayan menyampaikan masalah yang selama ini dihadapi warga, yaitu tanggul atau benteng untuk mengantisipasi air laut pasang.

Baca juga: Lakukan Penyemprotan Disinfektan di 34 Titik, Kapolrestabes Medan Diapresiasi Walkot Bobby

“Warga di sini secara gotong royong membuat benteng dengan tanah guna mengantisipasi jika air laut pasang. Apalagi ini mau mendekati Lebaran, agar mencegah naiknya air laut, seminggu yang lalu warga membuat benteng,” paparnya.

Karman mengaku, dalam kurun waktu satu bulan, air laut pasang terjadi sebanyak dua kali setiap enam jam. Hal ini mengharuskan warga untuk tetap siaga terhadap banjir rob.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved