WHO Warning Dunia, Varian Covid-19 dari India Sudah Terdeteksi Menyebar di 44 Negara

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian Covid-19 India telah ditemukan di puluhan negara di seluruh dunia.

Editor: AbdiTumanggor
Channi Anand/AP via Nytimes
Tenaga kesehatan dan keluarga, membawa jenazah penderita covid untuk dikremasi. Akibat Lonjakan Covid-19 di India, Perdana Menteri Dituntut Mundur 

Bahkan untuk mayat yang dikuburkan juga para penggali kubur harus bekerja 24 jam. 

Dua atau tiga bulan setelah krisis COVID-19, Penggali Kubur Mumbai, India, Sayyed Munir Kamruddin berhenti memakai alat pelindung diri dan sarung tangan.

"Saya tidak takut COVID, saya bekerja dengan keberanian. Ini semua tentang keberanian, bukan tentang ketakutan," kata pria berusia 52 tahun itu, yang telah menggali kuburan di kota selama 25 tahun.

India berada di tengah gelombang kedua infeksi virus corona yang telah melihat setidaknya 300.000 orang dinyatakan positif setiap hari selama seminggu terakhir, dan total kasusnya meningkat melewati 18 juta.

Sistem kesehatan dan krematorium kewalahan.

Krisis Covid-19 di negaranya membuat India mau tidak mau harus memvaksin banyak orang dalam waktu yang cepat. Hal ini membuat mereka menerapkan model vaksin yang sangat aneh.
Krisis Covid-19 di negaranya membuat India mau tidak mau harus memvaksin banyak orang dalam waktu yang cepat. Hal ini membuat mereka menerapkan model vaksin yang sangat aneh. (24H)

Di Delhi, ambulans telah membawa jenazah korban COVID-19 ke krematorium darurat di taman dan tempat parkir, di mana jenazah dibakar di barisan kayu bakar.

Kamruddin mengatakan dia dan rekan-rekannya bekerja sepanjang waktu untuk mengubur korban COVID-19.

"Ini satu-satunya tugas kami. Mengambil jenazah, mengeluarkannya dari ambulans, dan kemudian menguburkannya," katanya, seraya menambahkan bahwa dia belum pernah libur dalam setahun.

Meskipun saat ini di tengah bulan puasa umat Islam di bulan Ramadan, Kamruddin mengatakan kepada Reuters bahwa dia mencoba pekerjaan dan cuaca yang panas membuatnya tidak bisa berpuasa.

"Pekerjaan saya sangat keras," katanya.

"Saya merasa haus akan air. Saya perlu menggali kuburan, menutupinya dengan lumpur, perlu membawa mayat. Dengan semua pekerjaan ini, bagaimana saya bisa berpuasa?"

Namun keyakinan Kamruddin membuatnya terus bertahan, dan dia tidak mengharapkan bantuan dari pemerintah dalam waktu dekat.

“Kepercayaan kami pada masjid kami sangat kuat,” katanya.

“Pemerintah tidak akan memberi kami apapun. Kami bahkan tidak menginginkan apa pun dari pemerintah," terangnya.(*)

Baca juga: VIDEO PENDEK DARI INDIA

SELANJUTNYA Baca juga: Duta Besar India Apresiasi Bantuan Tabung Oksigen dari Indonesia

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Penggali kubur di Mumbai bekerja shift 24 jam dan belum pernah libur dalam setahun Dan berjudul: Kematian akibat Covid-19 di India melampaui seperempat juta, belum ada tanda mereda

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved