WHO Warning Dunia, Varian Covid-19 dari India Sudah Terdeteksi Menyebar di 44 Negara

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian Covid-19 India telah ditemukan di puluhan negara di seluruh dunia.

Editor: AbdiTumanggor
Channi Anand/AP via Nytimes
Tenaga kesehatan dan keluarga, membawa jenazah penderita covid untuk dikremasi. Akibat Lonjakan Covid-19 di India, Perdana Menteri Dituntut Mundur 

Itu juga menunjuk pada “beberapa acara pertemuan massal agama dan politik yang meningkatkan percampuran sosial; dan, kurang digunakan dan berkurangnya kepatuhan terhadap kesehatan publik dan langkah-langkah sosial ”.

“Kontribusi pasti dari masing-masing faktor ini pada peningkatan penularan di India tidak dipahami dengan baik.”

WHO menekankan bahwa sejauh ini, hanya 0,1 persen dari tes virus corona positif di India yang telah diurutkan secara genetik dan diunggah ke database GISAID untuk mengidentifikasi varian yang dimaksud.

Pada akhir April, B.1.617.1 dan B.1.617.2 masing-masing menyumbang 21 dan tujuh persen dari semua sampel yang diurutkan dari India, katanya.

Selain itu, varian lain yang lebih menular juga menyebar di negara tersebut, termasuk B.1.1.7, yang pertama kali terdeteksi di Inggris.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO: Covid-19 Varian India Terdeteksi Sudah Menyebar di 44 Negara, https://www.tribunnews.com/internasional/2021/05/12/who-covid-19-varian-india-terdeteksi-sudah-menyebar-di-44-negara?page=all.
Penulis: Andari Wulan Nugrahani

Baca juga: Selain Laut China Selatan, Kini Duet China-Rusia Hampir Telah Menguasai Kutub Utara-Kutub Selatan

Baca juga: India Terpuruk Dihantam Corona, China Umumkan Kemenangan, Ekonomi Tumbuh 18,3 Persen, Warga Liburan

Baca juga: China Ngotot Tak Mau Disalahkan Jatuhnya Puing-puing Roket ke Bumi, Rencanakan Misi Ini dengan Rusia

Sudah Lebih dari 23 Juta Kasus di India.

India mengatakan pada hari Rabu (12/5/2021) jumlah rekor korban tewas semakin meningkat akibat virus corona dalam 24 jam terakhir, mendorong jumlah kematian secara keseluruhan lebih dari seperempat juta.

Sementara seorang ahli virus terkemuka mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah infeksi telah mencapai puncaknya.

Kematian akibat COVID-19 membengkak 4.205, sementara kasus virus corona harian naik 348.421, dengan jumlah keseluruhan kasus India melonjak melewati 23 juta, menurut data kementerian kesehatan.

Meski begitu, para ahli yakin angka resmi terlalu meremehkan skala sebenarnya dari dampak epidemi, dan kematian serta infeksi sebenarnya bisa lima hingga sepuluh kali lebih tinggi.

Kurva infeksi COVID-19 India mungkin menunjukkan tanda-tanda awal mendatar, tetapi penurunan jumlah infeksi baru kemungkinan akan lambat, kata Shahid Jameel, ahli virologi top India.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah kami telah mencapai puncaknya," katanya seperti dikutip oleh surat kabar Indian Express. 

"Ada beberapa indikasi kasus-kasus yang terus meningkat. Tetapi kita tidak boleh lupa bahwa ini adalah dataran yang sangat tinggi. Kami tampaknya mendatar sekitar 400.000 kasus setiap hari."

India, dengan populasi 1,4 miliar orang, saat ini menyumbang satu dari tiga kematian yang dilaporkan akibat virus corona di seluruh dunia.

Baca juga: India Terpuruk Dihantam Corona, China Umumkan Kemenangan, Ekonomi Tumbuh 18,3 Persen, Warga Liburan

Baca juga: WHO Peringatkan Virus B1617, Covid-19 India Kebal Vaksin dan Sudah Masuk Indonesia

Baca juga: Katanya Belum Puncak Covid-19 India, Tapi Dokter Sudah Menjerit Tak Sanggup Lagi Berjalan di IGD

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved