Breaking News:

TRIBUNWIKI

Cerita di Balik Menara PDAM Tirtanadi, Dibangun Zaman Kolonial Belanda

Tinggi menara ini mencapai 42 meter dengan berat 330 ton dan sering mengalami tahap renovasi bahkan merupakan landmark Kota Medan. 

TRIBUN MEDAN/YUFIS
Menara PDAM Tirtanadi 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Menara PDAM Tirtanadi menjadi salah satu ikon Kota Medan.

Menara PDAM sebagai peninggalan sejarah dari Jaman Belanda yang terletak tepatnya di Jalan Sisingamangaraja No 1, Kecamatan Medan Kota. 

Menara ini dibangun pada 8 September 1905 zaman pemerintah kolonial Belanda, dengan istilah NV Water Leiding Maatcshappij Ajer Beresih.

Baca juga: Basmi Kuman Lawan Covid-19, Lotte Mart Centre Point Beri Diskon Produk Kebersihan

Hendrik Cornelius Van Den Honert merupakan sosok yang melakukan pembangunan menara ini dari perusahaan NV Water Leiding Maatcshappij Ajer Beresih, Amsterdam, Belanda. 

Dulunya, dipergunakan sebagai wadah penampungan air yang hanya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kalangan elit atau golongan menengah ke atas untuk kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan masyarakat menegah ke bawah menggunakan sumur. 

Menara PDAM Tirtanadi
Menara PDAM Tirtanadi (TRIBUN MEDAN/YUFIS)

Namun, Menara Tirtanadi saat ini milik dibawah PDAM Tirtanadi sebagaimana telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah Daerah No 11 tahun 1979.

Sehingga manfaat air di menara ini sudah tidak hanya difungsikan oleh golongan tertentu melainkan dapat dipergunakan oleh masyarakat umum. 

Baca juga: Korban Pemerkosaan di Asahan Teriak Minta Tolong saat Pamannya Bersih-bersih di Kamar Mandi

Gedung PDAM Tirtanadi tampak dari kejauhan. PDAM Tirtanadi adalah salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumut yang memberikan PAD sebesar Rp 10,6 miliar pada tahun 2018.
Gedung PDAM Tirtanadi tampak dari kejauhan. PDAM Tirtanadi adalah salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumut yang memberikan PAD sebesar Rp 10,6 miliar pada tahun 2018. (TRIBUN MEDAN/DANIL EFFENDI)

Tinggi menara ini mencapai 42 meter dengan berat 330 ton dan sering mengalami tahap renovasi bahkan merupakan landmark Kota Medan. 

Baca juga: Sidak Kantor OPD Usai Lebaran, Gubernur Edy Rahmayadi: Masih Banyak yang Main-main

Bentuk bangunan menara ini memiliki gaya arsitektur klasik dan unik sehingga dijadikan objek wisata dan untuk spot foto bagi para wisatawan, meskipun saat ini lokasinya di kelilingin bangunan dari rumah masyarakat. 

Selain itu, menara air ini juga akan tampak lebih bernuansa lagi pada malam hari karena ada hiasan lampu-lampu yang mengelilingi.

(cr20/tribun-medan. com) 
 

Penulis: Yufis Nianis Nduru
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved