Medan Terkini

Air Mati Total, Warga Medan Kecewa dan Desak Dirut Tirtanadi Mundur

Warga Kota Medan, dan beberapa wilayah lainnya mengaku kecewa dengan Perumda Tirtanadi Sumut karena air mati.

Tayang:
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
PDAM TIRTANADI - Politisi partai PDIP Sumut, Sutrisno Pangaribuan ketika diwawancarai usai mengantre air bersih di dekat rumahnya, di Jalan Sisingamangaraja, Gang Kasih, Kelurahan Sidorejo II, Kecamatan Medan Kota, Rabu (10/6/2026). Ia meminta Dirut PDAM Tirtanadi Ardian Surbakti mundur dari jabatannya, imbas sejumlah wilayah di Medan, dan pinggiran, pasokan kota air bersih mati. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Warga Kota Medan, dan beberapa wilayah lainnya mengaku kecewa dengan kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Sumut setelah pasokan air mati.

Hal ini mengakibatkan masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air PDAM Tirtanadi kesusahan.

Mulai dari kebutuhan sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK), memasak, dan sebagainya tersendat akibat pemadaman air.

Salah satunya, warga yang tinggal di Jalan Sisingamangaraja, Gang Kasih, Kelurahan Sidorejo II, Kecamatan Medan Kota, berduyun-duyun mendatangi sebuah mobil tangki bermuatan air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtandi, Rabu (10/6/2026) sore hingga jelang malam.

Membawa ember cat bekas, dan berbagai macam penampung air, mereka mengantre air bersih.

Tak peduli laki-laki, maupun perempuan, usia muda ataupun tua, mereka tampak berebut mengisi air dari selang yang dialirkan dari tangki, ke masing-masing ember warga.

Salah satu yang menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja PDAM Tirtanadi adalah Sutrisno Pangaribuan, anggota DPRD Sumut periode 2014-2019.

Ditemui di sekitar rumahnya, Wakil Ketua partai PDIP Sumut ini sedang mengantre air bersih bersama beberapa warga lainnya.

Ia meminta agar Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtandi Sumut, Ardian Surbakti mundur dari jabatannya.

Kemudian, Gubernur Sumut Bobby Nasution juga diminta mengevaluasi kinerja jajaran PDAM Tirtanadi karena dianggap gagal.

Jika tidak, lanjutnya, jangan sampai masyarakat merasa salah memilih pemimpin.

"Kalau kondisi seperti ini, seharusnya Dirutnya harus mundur ini. Jangan melempar kesalahan ke pihak lain, yang katanya karena listrik padam sehingga pompa rusak,"kata Sutrisno Pangaribuan, Rabu (10/6/2026).

"PDAM Tirta Nadi berada di bawah tanggung jawab pemerintah provinsi. Jangan sampai masyarakat merasa salah dalam memilih Gubernur,"sambungnya.

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtandi, Ardian Surbakti, menyampaikan bahwa ada enam kecamatan di Kota Medan yang mengalami gangguan mati air.

Gangguan tersebut disebabkan oleh adanya kerusakan pipa di sejumlah titik serta satu kebocoran pipa utama yang harus diganti.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved