Breaking News:

Dana BPUM Sulit Cair, Bisa Jadi Ada KUR atau Tak Layak karena Bukan Usaha Mikro

Hal ini juga senada dirasakan Nila, sesama pelaku usaha UMKM yang mengungkapkan bila pencairan dana bantuan tahap kedua cukup rumit.

Kartika / Tribun Medan
Para pelaku usaha saat mendaftar BPUM di Dinas Koperasi UMKM Kota Medan, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUN–MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah pelaku UMKM di Medan mengeluhkan sulitnya pencairan dana Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM). Hal ini disampaikan satu diantara pelaku usaha yang tidak ingin menyembutkan namanya melalui media komunikasi.

"Saya penerima dana bantuan UMKM tahap ke dua sebesar Rp 1,2 juta, saya merasa dipersulit oleh pihak dinas koperasi. Saya sudah dapat notifikasi dari pihak BRI bahwa dana bantuan UMKM telah masuk ke rekening saya," katanya.

Selanjutnya, dia datang ke bank BRI terdekat tapi pihak bank mengungkapkan statusnya MB atau  telah diblokir hingga pihak bank mengarahkannya untuk melengkapi data dan meminta pihak dinas koperasi untuk mengubah status dari MB ke HG, agar pihak bank dapat membuka blokirannya.

Namun, saat ia meminta keterangan terkait hal ini kepada pihak dinas koperasi, dia mengungkapkan instansi tersebut tidak memberikan solusi.

Baca juga: Diskop Medan Buka Pendaftaran BPUM, Pendaftar yang Gagal Tahun Lalu Dapat Prioritas Lulus

"Dinas koperasi bilang soal dana UMKM diblokir tidak ada wewenang  dengan pihak mereka, dan saya hanya ingin melengkapi data saja mereka tidak merespon dan menyuruh berurusan dengan pihak bank," ujarnya.

Dalam hal ini, ia menuturkan pihak bank hanyalah penyalur dana saja sehingga ia merasa dipersulit.

"Saya merasa di bola-bola-in, padahal saya dapat bantuan dana UMKM resmi dari prediden tapi dipersulit di tahap ke dua ini. Pihak bank tidak akan mengeluarkan dana jika status dana masih MB," tambahnya.

Hal ini juga senada dirasakan Nila, sesama pelaku usaha UMKM yang mengungkapkan bila pencairan dana bantuan tahap kedua cukup rumit.

"Memang pencairan dana tahun ini lumayan sulit, beda tahun lalu aman-aman saja dan lancar," kata Nila.

Selanjutnya, Sekretaris Pokja Penyaluran Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro Diskop UKM Sumut, Juniari Siahaan mengungkapkan bahwa bila status HG dapat  dicairkan, tapi kalau proses MB diblokir dari pusat.

"Status HG itu sudah bisa dicairkan atau diambil uang nya, kalau proses MB diblokir di pusat," katanya. Bahkan, dalam penjelasan pemblokiran ini, ia menuturkan pihak bank yang lebih berwenang.

"Yang bisa menjelaskan dari pihak perbankan, katanya bisa jadi UKM tersebut ada pinjaman KUR atau dia tidak layak mendapat bantuan tersebut karena usahanya bukan mikro," ujar Juniari.

Selanjutnya, diperoleh informasi, sebagai penerima BPUM dapat melalui eform BRI atau website banpresbpum.id (BNI), dapat melakukan proses pencairan di bank terdekat (tanda tangan SPTJM),  maka nantinya akan ada pengecekan data, jika tidak sesuai maka pihak bank tidak dapat memperoses dan untuk perbaikan data melalui dinas koperasi setempat.(cr20)

Penulis: Yufis Nianis Nduru
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved