Menyusuri Sejarah Lobang Jepang, Tempat Menyeramkan di Bukittinggi
Pembuatan Lobang Jepang menggunakan tenaga kerja Indonesia dibawah paksaan tentara Jepang.
Mengapa dipotong, agar tidak nyangkut di lubang yang mengarah ke Ngarai Sianok sehingga jasadnya akan sulit ditemukan.
Dulunya, Lobang Jepang bukan hanya untuk memenjarakan mereka yang melawan dan tidak mau bekerja.
Baca juga: Gojek dan Tokopedia Resmi Bergabung Sebagai Grup Teknologi Terbesar di Indonesia
Penjara ini juga berfungsi untuk memenjarakan perempuan-perempuan sebagai budak seks Jepang.
Mereka tidak diberi makan berhari-hari sehingga banyak yang tewas.
Jarak Lobang Jepang tidak terlalu jauh dari Jam Gadang yang berada di pusat kota.
Jika berjalan kaki hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk sampai di tempat bersejarah tersebut.
Seorang wisatawan asal Kota Medan, Hendy Ginting mengaku kedatangannya ke Lobang Jepang sudah yang ketiga kalinya.
Di masa Pandemi saat ini, pengelola Lobang Jepang menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat bagi pengunjung yang mau masuk.
Di mana sebelum masuk ke Lobang Jepang, pengunjung diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan mengecek suhu tubuh.
"Biaya masuknya sih enggak mahal Rp 15 ribu per orang. Tapi bayarnya enggak manual lagi. Sekarang bayarnya sudah bisa pakai e-money. Kami sekeluarga kemarin bayar pakai kartu Brizzi aja," kata Hendy via telepon seluler, Senin (17/5/2021).
Baca juga: Nikmati Suasana Alam Pedesaan di Wisata Sawah Punden Rejo Tanjung Morawa, Cukup Bayar Rp 5000
"Pas mau masuk ada petugas yang melayani transaksi digitalnya, Entar kalau sudah sampai di depan Lobang Jepang ada pemandu. Biaya operasional nya dari pagi jam 08.00-17.00 WIB," tambahnya.
Hendy mengaku saat ini berada di dalam Lobang Jepang ia merasakan aura yang sedikit menyeramkan.
Karena Lobang Jepang memiliki lorong panjang yang dulunya dijadikan tempat penyiksaan tahanan.
"Jadi di dalam ada beberapa ruangan, yang paling menyeramkan bagian dapur. Karena dulunya dijadikan tempat memotong tahanan yang sudah meninggal kemudian potongan-potongan tubuh dibuang ke arah Ngarai Sianok sehingga sulit ditemukan," pungkasnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/objek-wisata-lubang-jepang.jpg)