KKB Papua
Praka Rafles Tertembak, Teringat Pesan Lekagak Telenggen Tembak Guru dan Tentara
Lekagak menjelaskan, TPNPB Kodap VIII Kemabu Intan Jaya telah menembak mati dua orang yang pihaknya klaim sebagai anggota TNI.
Hal lain yang dilakukan KKB sehingga pihak kepolisian seringkali kesulitan dalam menjangkau lokasi-lokasi yang biasa menjadi titik kontak senjata. Pasalnya, wilayah di sana seringkali dipahami oleh KKB.
"Mereka selalu berusaha bagaimana pengejaran-pengejaran dilakukan oleh aparat keamanan mereka bisa lolos," tambahnya.
Baca juga: Pentolan KKB Papua Lekagak Telenggen Tewas, Pelaku Penembakan Anggota Brimob Bharada Komang
Lekagak Telenggen saat ini menjadi salah satu pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) yang diburu TNI - Polri.
Daftar perbuatan onarnya sudah sangat panjang. Sebanyak empat peristiwa penembakan yang dilakukan KKB Papua terhadap masyarakat sipil selama April 2021. Mulai dari penembakan hingga pembakaran gedung sekolah.
Terakhir, KKB Papua melakukan penembakan terhadap Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha.
Lekagak Telenggen menyatakan bertanggung jawab atas tewasnya dua orang guru di distrik Beoga pada awal April 2021.
Meski mengakui perbuatannya itu, dia mengklaim bahwa korbannya adalah anggota TNI yang menyamar sebagai guru.
Pernyataan ini disampaikan Lekagak melalui keterangan tertulis yang dibagikan kepada pers pada Sabtu (10/4/2021).
Baca juga: Kronologi 2 Anggota TNI Gugur Diserang 20 Orang Diduga KKB, Dikeroyok hingga Senjatanya Dirampas
Lekagak menjelaskan, TPNPB Kodap VIII Kemabu Intan Jaya telah menembak mati dua orang yang pihaknya klaim sebagai anggota TNI.
“Yang dapat tembak seorang guru. Tanggal 8 April 2021 jam 09:35 kami TPNPB yang tembak. Dia seorang guru dan juga tentara. Itu kami pastikan setelah kami dapat dia punya pakean. Dia dari kesatian 757 pangkatnya balok dua maka kami tembak. Dia menyamar jadi guru," kata Lekagak.
Selajutnya kata Lekagak, pada 9 April, penembakan berlanjut dengan melakukan serangan ke pos polisi jam 3 sore. “Kami TPNPB serang pos polisi. Dua anggota polisi dapat tembak,” katanya.
Lekagak sebagai komandan operasi umum TPNPB di seluruh tanah Papua meminta kepada Indonesia untuk tidak kejar masyarakat sipil tetapi kejar TPNPB.
Dia juga meminta agara TNI-Polri tidak menembak masyarakat.
Baca juga: Malam-malam TNI-Polri Baku Tembak Dengan KKB, Praka Rafles Masih Sadar Tertembak di Lutut
“Kami yang tembak mati. Jadi kalau mau perang itu lawan kami. Jangan kejar masyarakat, Kami bertanggung jawab terhadap penembakan itu.
Kami lakukan penembakan karena kami dapat laporan dari PIS dan bukti seperti pakaiannya korban," kata Lekagak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/a-lekagak-telenggen-komandan-ope-20210518063417.jpg)