Aksi Bela Palestina di Sumut

Pria Ini Donasikan Yamaha N-Max Untuk Bantu Palestina, Begini Kisahnya

Seorang pria menjadi perhatian massa di sela-sela Aksi Bela Palestina yang diikuti ratusan umat muslim di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (21/5/2021

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Fredy Santoso
Seorang dosen universitas negeri di Sumatera Utara (baju batik merah) menyumbangkan sepeda motor Yamaha N-Max miliknya dalam aksi Bela Palestina di halaman masjid Al-Jihad Medan, Jumat (21/5/2021). Motor itu nantinya dilelang dan hasilnya penjualannya diserahkan kepada rakyat Palestina. 

Pada tahun 1947, setelah lebih dari dua dekade pemerintahan Inggris, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengusulkan rencana untuk membagi Palestina menjadi dua bagian: negara Yahudi merdeka dan negara Arab merdeka.

Kota Yerusalem, yang diklaim sebagai ibu kota oleh orang Yahudi dan Arab Palestina, akan menjadi wilayah internasional dengan status khusus.

Para pemimpin Yahudi pun menerima rencana tersebut, tapi banyak orang Arab Palestina dengan keras menentangnya.

Mereka telah aktif melawan kepentingan Inggris dan Yahudi di wilayah tersebut sejak 1920-an.

Kelompok Arab berpendapat, mereka turut mewakili mayoritas penduduk di wilayah tertentu dan harus diberikan lebih banyak wilayah.

Mereka mulai membentuk pasukan sukarelawan di seluruh Palestina.

Israel menjadi negara

Pada Mei 1948, kurang dari setahun setelah rencana pemisahan untuk Palestina diperkenalkan, Inggris pun menarik diri dari Palestina dan Israel mendeklarasikan dirinya sebagai negara merdeka.

Hampir seketika, negara-negara tetangga Arab bergerak untuk mencegah berdirinya negara Israel itu.

Perang Arab-Israel 1948 yang terjadi melibatkan Israel dan lima negara Arab yakni Yordania, Irak, Suriah, Mesir, dan Lebanon.

Pada akhir perang pada Juli 1949, Israel menguasai lebih dari dua pertiga bekas Mandat Inggris, sementara Yordania menguasai Tepi Barat, Mesir dan Jalur Gaza.

Konflik 1948 membuka babak baru dalam perjuangan antara orang Yahudi dan Arab Palestina, yang kini menjadi sengketa regional yang melibatkan negara-bangsa dan jalinan kepentingan diplomatik, politik dan ekonomi.

Dikutip dari Britannica, pada awal abad ke-21, orang Yahudi Israel merupakan sekitar setengah dari populasi di sebelah Barat Yordania.

Sedangkan orang Arab Palestina, Muslim, Kristen, dan Druze serta minoritas kecil lainnya menyumbang sisanya.

Populasi Yahudi sendiri semakin banyak terdiri dari orang-orang yang lahir di Israel sendiri, serta jutaan imigran telah tiba sejak berdirinya Negara Israel pada tahun 1948.

Populasi Arab adalah keturunan dari orang Arab yang tinggal di daerah tersebut selama periode mandat dan, di sebagian besar kasus, selama berabad-abad sebelum waktu itu.

(Cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved