Tuntut Untuk Minta Maaf, Wanita Berbobot 102 Kg Duduki Leher Suaminya, tak Disangka Tewas di Tempat

Sebuah tindakan kriminal tak terduga baru-baru ini terjadi dan membuat publik tercengang.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
East2West
Seorang suami tewas setelah diduduki istrinya yang berbobot 102 kg karena tidak mau minta maaf. 

TRIBUN-MEDAN.com – Sebuah tindakan kriminal tak terduga baru-baru ini terjadi dan membuat publik tercengang.

Bagaimana tidak, seorang suami tewas setelah diduduki istrinya yang berbobot 102 kg karena tidak mau minta maaf.

Menurut The Sun, seorang wanita asal Rusia dengan berat 102 kg diyakini telah membunuh suaminya setelah duduk di atas tubuhnya agar dia minta maaf.

Insiden itu terjadi di Kota Novokuznetsk, di Oblast Kemero, Rusia.

Tatyana O, 45 tahun, menghadapi tuduhan pembunuhan setelah suaminya, Aidar, diduduki sampai tewas oleh istrinya sendiri.

Baca juga: Live Streaming Gratis Liga Inggris Liverpool vs Crystal Palace, Asa The Reds Raih Tiket Champions

Baca juga: Aksi Bela Palestina, Seorang Dosen Donasikan Sepeda Motor Yamaha N-Max

Baca juga: Aulia Bilang ke Bobby Nasution akan Lepas Jabatan Wakil Wali Kota Jika Ini Terjadi!

Memberikan keterangannya di kantor polisi, Tatyana mengatakan dia ingin “menghibur” suaminya setelah mereka berdua minum alkohol.

Tatyana kemudian marah setelah suaminya banyak minum dan meminta Aidar untuk minta maaf.

Ketika Aidar baru saja berbaring di tempat tidur, Tatyana duduk di atasnya dan menjepit kepalanya dengan kedua kakinya agar si suami tidak bisa duduk.

Karena berat badannya yang 102 kg, Tatyana dengan mudah mengendalikan Aidar dan memaksanya untuk minta maaf padanya.

Namun karena merasa bangga, Aidar menolak untuk bicara.

Seorang suami tewas setelah diduduki istrinya yang berbobot 102 kg karena tidak mau minta maaf.
Seorang suami tewas setelah diduduki istrinya yang berbobot 102 kg karena tidak mau minta maaf. (East2West)

Hingga beberapa saat kemudian, dia mulai merasa tidak tahan dan berulang kali memohon kepada istrinya.

Putri pasangan itu melihat ayahnya diduduki di tempat tidur oleh ibunya.

Gadis itu kemudian berlari ke tetangga dan meminta bantuan.

Seorang wanita yang tinggal di dekatnya memasuki rumah, tetapi dia berpikir itu hanya perselisihan keluarga yang bisa mereka selesaikan sendiri.

Tiba-tiba setelah beberapa saat, Aidar pingsan dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved