Breaking News:

Pedagang Kekurangan Stok Daging Beku, Omzet Menurun hingga 40 Persen

Pedagang daging, Agus mengungkapkan bahwa saat ini ia mulai cemas dengan kosongnya stok daging impor beku sejak jelang Lebaran beberapa pekan lalu.

Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Ilustrasi daging beku 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lockdownnya India mengakibatkan terganggunya pengiriman daging beku masuk ke Indonesia. Imbasnya, kini beberapa tempat di Sumut mulai kehabisan stok. Hal ini dikeluhkan para pedagang daging di Pusat Pasar Medan yang turut menjual daging beku impor.

Pedagang daging, Agus mengungkapkan bahwa saat ini ia mulai cemas dengan kosongnya stok daging impor beku sejak jelang Lebaran beberapa pekan lalu.

"Nggak ada stok saat ini. Sudah sejak sebelum Lebaran udah kosong stok daging beku. Biasanya kita ambil dari perusahaan tapi ini mereka bilang barang (daging impor) tidak ada masuk. Terakhir jual itu sisa-sisa stok lah, ini udah nggak ada lagi," ungkap Agus, Minggu (23/5).

Bagi Agus, kosongnya stok daging beku ini berdampak dengan omzet penjualan yang menurun hingga 40 persen.

Baca juga: Stok Daging Beku Terkendala Lockdown India, Minggu Depan Baru Masuk 14 Ton

"Pengaruh pasti karena saat ini juga harga daging lagi mahal sekitar Rp 125 ribu per kg. Kalau ada daging beku ini kan bisa lebih membantu karena bisa menekan harga. Memang daging beku ini wajib dimasukkan," ujarnya.

Dikatakannya, sebelum ada kelangkaan daging beku ini, Agus mampu mendapatkan pasokan 5-8 ton tiap dua minggu hingga satu bulan.

Kemudian, ia juga dapat menghabiskan 300 kg daging beku yang dibeli oleh restoran yang menggunakan daging beku sebagai bahan utama seperti restoran steak.

Namun kini, ia hanya mampu menjual sebanyak 150 kg daging sejak adanya penghentian daging impor dari India untuk sementara waktu.

"Kalau paling banyak diminati sebenarnya berimbang antara beku dan segar. Jadi daging beku itu kan yang banyak industri untuk menekan biaya keluar. Kalau untuk masyarakat biasanya nggak mau impor dan maunya daging segar. Dengan kosongnya daging beku ini kan mereka harus beli daging lokal. Resto ini lagi menjerit semua," ujarnya.

"Biasanya mereka bisa beli sampai 50 kg. Tapi karena habis ya terpaksa beli daging segar yang lebih mahal jadi palingan mereka beli 15 kg paling banyak. Saran saya wajib dimasukkan biar harga kembali normal," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved