Khazanah Islam
Termasuk Jangan Sakiti Hatinya, Inilah 4 Amalan Anak Untuk Bahagiakan Orangtua
Perintah berbuat baik kepada orang tua ini disampaikan Allah SWT dalam Al Quran, salah satunya dalam surat Al Isra' ayat 23.
TRIBUN-MEDAN.com - Berbakti kepada kedua orang tua menjadi kewajiban bagi setiap anak, bahkan dapat membawa anak semakin dekat dengan pintu surga.
Kasih sayang yang diberikan orang tua tentu tak bisa dibalas oleh anak-anaknya.
Meski begitu, anak akan berusaha sekuat tenaga untuk berbakti dan membahagiakan kedua orang tuanya.
Perintah berbuat baik kepada orang tua ini disampaikan Allah SWT dalam Al Quran, salah satunya dalam surat Al Isra' ayat 23.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)
Baca juga: Bacaan Doa Agar Dijauhkan dari Utang dan Doa Mudah Melunasi Utang, Latin dan Terjemahan

Selain menjalankan perintah dari Allah SWT, berbakti pada orang tua juga membawa kebaikan tersendiri bagi setiap anak.
Salah satunya adalah semakin mendekatkan seorang muslim menuju surga.
Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ
“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi, no. 1900; Ibnu Majah, no. 3663 dan Ahmad 6:445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)
Berbakti pada orang tua juga bisa memperpanjang umur dan diberkahi rezeki.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim).” (HR. Ahmad, 3:229; 3:266. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih, sanad hadits ini hasan dari jalur Maimun bin Sayah dan di bawahnya tsiqah.)