News Video
Lebaran di Islandia, Wanda Senang Bisa Kumpul Keluarga dan Salat Id Bersama
Tahun ini menjadi tahun ke sembilan wanita asal Indonesia Wandari Desi Rosidayati menjalani ramadhan dan lebaran di Islandia.
Lebaran di Islandia, Wanda Senang Bisa Kumpul Keluarga dan Salat Id Bersama
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tahun ini menjadi tahun ke sembilan wanita asal Indonesia Wandari Desi Rosidayati menjalani ramadhan dan lebaran di Islandia.
Wanita yang akrab disapa Wanda ini sudah tinggal di Islandia sejak tahun 2011.
Ia saat ini berkuliah di University of Iceland program studi Business Accounting dan bekerja part time di Primary Health care (Heilsugæsla Höfuðborgarsvæðisins) - Finance department.
Merayakan ramadhan dan Hari Raya Idulfitri jauh dari kampung halamannya di Depok menjadi cerita tersendiri bagi Wanda setiap tahunnya.
"Aku sudah tinggal di Islandia dari Juli 2011 dan puasa pertama di Islandia terasa beda jauh dengan Indonesia karena kita tinggal dengan mayoritasnya orang non Muslim. Tahun ini sudah hampir 9 tahun. Dan satu tahun merasakan puasa dan lebaran di Indonesia tahun 2014 lalu," kata Wanda saat berbincang dengan tribun-medan.com melalui aplikasi Whatsapp.
Sementara saat masa pandemi Covid-19, pembatasan kegiatan masyarakat di Islandia sangat terasa.
Sehingga, kata Wanda pada tahun 2020 dirinya tidak bisa merasakan Salat Id.
Namun tahun ini pemerintan Islandia mulai membolehkan Salat Id dengan pembatasan jumlah jama'ah.
"Dengan keadaan pandemi sekarang bedanya kerasa karena tahun kemarin 2020 tarawih, buka bersama atau kumpul-kumpul di masjid sempat ditutup dikarenakan kita hanya boleh 10 orang. Dan tahun kamerin ga sempet Salat Idulfitri. Dan alhamdulillah lebaran tahun ini dan sudah agak membaik dibolehkan untuk 50 orang jadi kita sempet Salat Idulfitri di Mushola atau juga lebih dibilang apartment gitu," tuturnya.
Wanda mengatakan, untuk kegiatan puasa di Islandia sedikit sulit karena 3 tahun terakhir ini waktu puasa jatuh di musim semi di mana matahari terbenam sekitar jam 11 malam dan imsak jam 3 pagi.
Jadi kebanyakan orang Indonesia sendiri lebih mengikuti waktu Mekkah dan buka puasa sekitar jam 7 malam atau jam 8 malam.
"Dan aku sendiri pernah merasakan puasa dengan buka di waktunya Islandia jam 11 malam dan akhirnya aku ga sanggup melanjutkannnya di awal minggu pertama. Dan akhirnya aku memutuskan untuk buka sekitar jam 6 sore sama dengan waktu buka Indonesia," katanya.
Menurut Wanda, pengalaman paling menarik selama ramadan di Islandia adalah ketika lebaran tiba di mana semua keluarga besar Wanda di Islandia berkumpul Bersama.
"Dikarenakan kita saling sibuk satu sama lain dan ketika lebaran suasana Indonesianya terasa," katanya.