4 Rekomendasi Wisata Murah di Sidamanik Cocok Buat Liburan Bareng Keluarga

Daerah ini dikenal dengan hamparan kebun teh yang membentang sejauh mata memandang.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sejumlah wisatawan menikmati suasana objek wisata Pemandian Bah Damanik, Simalungun, Minggu (14/2/2021). Wisata pemandian tersebut menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk memanfaatkan liburan Imlek. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIDAMANIK - Kecamatan Sidamanik berada di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. 

Daerah ini dikenal dengan hamparan kebun teh yang membentang sejauh mata memandang.

Ditambah dengan udara sejuk, dan obyek wisata di sekitarnya, Sidamanik bisa jadi pilihan wisata untuk kocek terjangkau di tengah Pandemi Covid-19.

Baca juga: Tambah Produksi Air Bersih, Gubsu Edy Resmikan IPA Denai di Kecamatan Medan Denai

1. Kebun Teh Sidamanik

Objek wisata Kebun Teh Sidamanik, tampak mulai diramaikan kehadiran wisatawan di momen libur Natal 2020
Objek wisata Kebun Teh Sidamanik, tampak mulai diramaikan kehadiran wisatawan di momen libur Natal 2020 (Alija / Tribun Medan)

Kebun teh Sidamanik merupakan komoditi teh milik PT. Perkebunan Nusantara IV.

Usaha teh dikordinir oleh distrik II yang terdiri dari kebun Sidamanik, Bah Butong, dan Tobasari.

Ketiganya terletak di Kecamatan Sidamanik dan Pematang Sidamanik dengan ketinggian 800 - 1.100 meter di atas permukaan laut.

Luas areal kebun teh mencapai 6.373,29 hektare.

Kontur tanah yang berbukit bukit memberi panorama sendiri untuk dipandang.

Cocok banget untuk yang ingin foto-foto di lokasi ini, baik untuk dewasa maupun anak-anak. 

Warga sekitar turut membantu Sidamanik menjadi lebih ramah dengan anak-anak, dengan menghadirkan kendaraan ATV untuk berkeliling, papan karakter kartun, sampai camilan camilan tradisional.

Selain itu buah tangan berupa teh kemasan bisa ditemukan di sini dengan harga relatif terjangkau mulai dari Rp 7000 tergantung ukuran.

2. Air Terjun Bahbiak

Masih di dalam kawasan kebun teh, komplek air terjun bernama Bah Biak bisa menjadi pilihan baik yang punya langkah panjang.

Sebab lokasinya ditempuh beberapa menit ke tengah kebun dengan berjalan kaki.

Baca juga: Ini Wajah Pelaku Pria Bermukena yang Nyaris Bunuh Pengurus Masjid saat Kepergok Maling Kotak Infaq

3. Baren Coffee Shop

Baren Coffee
Baren Coffee (TRIBUN MEDAN/ALIJA)

Kemudian, di Kampung Baharen, sebuah cofeeshop bernama Baren Coffee menyuguhkan sensasi ngopi dengan pemandangan berbeda dari kedai kopi umumnya.

Baren Coffee menawarkan kopi yang masih dalam kondisi segar dari hasil panen sendiri.

"Dari hulu ke hilir, kopi kita produksi dan suguhkan sendiri kepada penikmatnya. Variannya kita buat manual; hanya V-60, Vietnam Drip, kopi susu dan kopi hitam biasa. Meskipun tak menawarkan banyak varian rasa," ujar Riko sang Owner Baren Cofee.

Bagi traveler yang khawatir karena Baren Cofee yang selalu ramai setiap harinya, tak ada salahnya untuk mencoba cofeeshop yang ada di sepanjang jalan Kebun Teh Sidamanik.

Baca juga: Simak Jadwal dan Persyaratan Beasiswa LPDP 2021

4. Pemandian Bah Damanik

Sejumlah wisatawan menikmati suasana objek wisata Pemandian Bah Damanik, Simalungun, Minggu (14/2/2021). Wisata pemandian tersebut menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk memanfaatkan liburan Imlek.
Sejumlah wisatawan menikmati suasana objek wisata Pemandian Bah Damanik, Simalungun, Minggu (14/2/2021). Wisata pemandian tersebut menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk memanfaatkan liburan Imlek. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Bah Damanik atau Aek Manik merupakan pemandian mata air yang berada di tengah perkebunan.

Lokasinya berada sebelum kebun teh, bila traveler datang dari arah Pematangsiantar.

Air sebening kaca dan sesejuk air di kulkas memberimu sensasi berbeda.

Komplek kolam pemandian pun tak hanya satu, tapi bertingkat-tingkat. Konon air dapat diminum tanpa di masak terlebih dulu.

Dahulu, Pemandian Aek Manik dulunya tempat mandi Raja Damanik dan keluarganya.

Kemudian, kolam ini menjadi sumber irigasi sawah masyarakat setempat, hingga menjadi tempat wisata.

Sampai saat ini, pemandian Aek Manik masih dikelola keturunan Raja Damanik. Pengelola juga masih tetap menjaga kebersihan dan kelestariannya.  

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved