Breaking News:

TRIBUNWIKI

Mombang Boru Sipitu Sundut, Tradisi Masyarakat Adat Sihaporas yang Terjaga Hingga Kini

Warisan budaya ini memperlihatkan dua ibu tua, duduk di hadapan tetua adat. Keduanya, menurut Mangitua

Penulis: Alija Magribi
Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALIJA
Acara tradisi dan ritual Mombang Boru Sipitu Sundut di pintu masuk atau gerbang Nagori 

TRIBUN-MEDAN.com, SIDAMANIK- Masyarakat dari Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) menyelenggarakan acara tradisi dan ritual bernama Mombang Boru Sipitu Sundut di dekat gerbang masuk-keluar Desa/Nagori Sihaporas.

Tradisi adat  Mombang Boru Sipitu Sundut ini merupakan ritual atau doa kepada Debata Mulajadi Nabolon, Tuhan Yang Maha Esa untuk memohon kesehatan, sekaligus doa meminta keberhasilan bagi para pekerja atau pegawai, semakin larisnya barang jualan pedagang, serta kesuburan pertanian dan peternakan para petani.

Masyarakat dari Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) menyelenggarakan acara tradisi dan ritual Mombang Boru Sipitu Sundut di pintu masuk atau gerbang Nagori (Desa) Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (25/5/2021).
 
 
 
Masyarakat dari Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) menyelenggarakan acara tradisi dan ritual Mombang Boru Sipitu Sundut di pintu masuk atau gerbang Nagori (Desa) Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (25/5/2021).       (TRIBUN MEDAN/ALIJA)

"Kita beroda terutama agar terhindar dari tertularnya sakit-penyakit virus Corona yang sedang terjadi di seluruh dunia,” ujar tetua adat Lamtoras Sihaporas yang memimpin acara dan merangkap Wakil Ketua Umum Lamtoras, Mangitua Ambarita (65 tahun).

Baca juga: UPDATE Liga 1 - Izin Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Dijanjikan Keluar Hari Ini, Langsung Terbit?

Mangitua alias Ompu Morris Ambarita seorang penganut Katolik, menambahkan, Mombang Mombang Boru Sipitu Sundut ini adalah satu dari tujuh tradisi adat batak yang diwariskan Ompung Mamongtang Laut Ambarita di Sihaporas. 

"Tradisi ini mirip dengan Manganjab. Bedanya, Mombang Boru Sipitu Sundut dilaksnaakan di harbangan (gerbang) masuk ke kampung, Adapun Manganjab diadakan di ladang,” kata Mangitua yang menjabat vorhanger gereja Stasi Santo Yohanes Pembaptis saat dikriminalisasi PT TPL pada 6 September 2004, dan vonis kurungan/penjara dua tahun.  

Warisan budaya ini memperlihatkan dua ibu tua, duduk di hadapan tetua adat. Keduanya, menurut Mangitua, menjadi media hasoropan, kesurupan atau trance, mirip kerauhan dalam budaya adat Bali.

Mereka adalah Nai Noveana br Ambarita (72 tahun) medium untuk Raja Sisingamangaraja, dan Ompu Rosna Br Bakkara raga hasoropan Ompu Mamontang Laut Ambarita.

Persiapan tradisi ini, dimulai dengan potong Hewan dan menumbuk Beras untuk menghasilkan tepung, selanjutnya diolah menjadi itak, berbahas beras campur kelapa dan gula.

Tampak juga ‘parhobas’ atau petugas memotong seekor kambing bulu warna putih, ayam jantan beberapa ekor seperti bulu putih, mirah/meras dan jaumbosi (warna-warni/lurik).

Baca juga: BERITA Novel Baswedan Hari Ini di Komnas HAM | Saor Sentil Ketua KPK Firli Temui Setya Novanto

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved