TRIBUNWIKI
Mombang Boru Sipitu Sundut, Tradisi Masyarakat Adat Sihaporas yang Terjaga Hingga Kini
Warisan budaya ini memperlihatkan dua ibu tua, duduk di hadapan tetua adat. Keduanya, menurut Mangitua
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
Ritual ditandai menyampaikan persembahan sesembelih hewan kambing, dekke ihan atau ihan Batak (Latin: Neolissochilus thienemanni), ayam kampung, serta rudang (bebungaan dan tumbuhan), yang diiringi musik tradisional berupa gondang Batak. Acara berlangsung tiga hari dua malam, diselenggarakan empat tahun sekali.
Baca juga: BERITA Novel Baswedan Hari Ini di Komnas HAM | Saor Sentil Ketua KPK Firli Temui Setya Novanto
Kedua - Raga-Raga Na Bolak Parsilaonan, yaitu doa permohonan dan persembahan kepada Debata Mulajadi Nabolon melalui leluhur, yakni Ompu Mamontang Laut Ambarita. Ritual ditandai menyampaikan persembahan yang diiringi musik tradisional berupa gondang Batak.
Acara berlangsung dua hari satu malam, diselenggarakan empat tahun sekali. Pesta adat Patarias Debata Mulajadi Nabolon diselenggarakan berselang-seling dua tahun dengan Raga-raga Na Bolak Parsilaonan.
Ketiga - Mombang Boru Sipitu Suddut, yaitu doa permohonan kepada Debata Mulajadi Nabolon melalui leluhur, yakni Raja Uti alias Raja Nasumurung dan Raja Sisimangaraja.
Ada persamaan atau kemirian tradisi Mombang Boru Parorot dengan Manganjab.
Perbedannya, Mombang Boru Parorot diselenggarakan di baba harbanganni huta (di dekat gapura desa/kampung), sedangkan Manganjad dilaksanakan di ladang/perhumaan. Ritual berlangsung satu hari, dan tanpa gondang.
Keempat - Manganjab adalah doa memohon kesuburan tanah dan keberhasilan pertanian, sekaligus tolak bala dari hama dan penyakit tanaman.
Diselenggarakan di ladang/perhumaan setiap tahun, dulu, lazim saat boltok eme (padi bunting).
Ritual berlangsung satu hari, dan tanpa gondang.Setelah manganjab, lanjut tradisi robujuma atau panjang bekerja ke ladang selama 3 hari, lanjut robu harangan (larangan bepergian ke hutan) selama 3 hari.
Baca juga: Maksimalkan Semua Aspek Perkembangan Anak Bersama Nanyang Zhi Hui Modern Indonesian School
Kemudian, hari ke-7 diselenggarakan manangsang robu, yaitu membatalkan atau mengakhiri masa pantang, dengan mengadakan ritual doa di hutan.
Kelima - Ulaon Habonaran, doa kepada Debata Mulajadi Nabolon melalui Habonaran Ni Huta dan sampai pada Raja Sisimangaraja.
Keenam - Pangulu Balang Parorot, ialah doa kepada Debata Mulajadi Nabolon, melalui penjaga kampung dan sahala hadatuaon.
Dan ketujuh - Manjuluk, suatu ritual doa kepada Debata Mulajadi Nabolon memohon perlindungan ata keberhasilan tanaman, melalui ritual di gubuk atau ladang.
Diselenggarakan sesaat sebelum memulai bercocok tanam.
Tujuh ragam tradisi Batak Toba ini dilakukan Martua Boni Raja atau Ompu Mamontang Laut Ambarita sejak awal tahun 1800-an. Hingga saat ini, keturununannya, generasi ke-8 hingga 11 yang turun-temurun mendiami Desa/Nagori Sihaporas, Kecamatan Pamartang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, tetap melanjutkan tradisi Ompu Mamontang Laut Ambarita.
Baca juga: UPDATE Liga 1 - Izin Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Dijanjikan Keluar Hari Ini, Langsung Terbit?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/acara-tradisi-dan-ritual-mombang-boru-sipitu-sundut-di-pintu-masuk-atau-gerbang-nagori.jpg)