Breaking News:

Kolang-Kaling Asal Kabupaten Langkat, Tembus Penjualan ke Malaysia, Ternyata Ini Keunggulannya

Sementara itu, untuk di Provinsi Sumatera, pembeli memesan dari, Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Banda Aceh, Batam.

Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ SATIA
Pekerja sedang membersihkannya kolang-kaling yang kemudian dikemas untuk di pasarkan.  

TRIBUN MEDAN.COM, LANGKAT- Selain dipasarkan ke lokal, ternyata kolang-kaling asal Desa Sei Limbah, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, tembus sampai mancanegara.

Ade (45), pengolah buah yang berasal dari pohon aren ini mengatakan, tak jarang pembeli dari pulau Jawa dan Malaysia memesan kolang-kaling ke dia.

Pemesan dari Malaysia, kata dia sudah terjalin sejak beberapa tahun belakangan.  

Baca juga: 5 Senjata Tradisional Sumut, Ada Yang Mengandung Racun Hingga Media Supranatural

Pekerja sedang membersihkannya kolang-kaling yang kemudian dikemas untuk di pasarkan. 
Pekerja sedang membersihkannya kolang-kaling yang kemudian dikemas untuk di pasarkan.  (TRIBUN MEDAN/ SATIA)

"Sudah beberapa tahun ini memang kolang kaleng kita dikirim ke Malaysia. Bahkan pesanan dari sana juga cukup tinggi dan kita tengah menjajaki pasar di beberapa negara tetangga lainya," katanya. 

Selain itu, tak jarang juga, kata dia pemesan kolang-kaling berasal dari Pulau Jawa. 

"Tak jarang juga kolang kaling diambil agen untuk dipasarkan hingga ke pulau Jawa dan daerah lain di Indonesia," kata dia. 

Sementara itu, untuk di Provinsi Sumatera, pembeli memesan dari, Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Banda Aceh, Batam.

Namun, untuk saat-saat pandemi Covid-19 mewabah, penjualan kian merosot. Bahkan, dirinya harus merumahkan sementara beberapa karyawannya, akibat dampak pandemi. 

Ia mengatakan, Desa Sei Limbah, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, adalah daerah yang banyak ditemukan pengolah kolang-kaling.

Untuk di Sumut saja, diakuinya bahwa daerahnya penghasil kolang-kaling terbesar. 

Baca juga: Teri Bajak, Oleh-oleh Khas Medan Wajib Dibawa Pulang 

"Memang Kecamatan Selesai ini termasuk terbesar penghasil kolang kaling yang ada di Sumatera Utara," tegasnya. 

Dengan penjualan yang kini kian merosot. Dirinya dan yang lain berharap agar pandemi COVID-19 cepat berlalu. 

Sehingga, penjualan kolang-kolig dapat kembali normal dan pekerja yang telah diberhentikan dapat dipekerjakan kembali.

(Wen/Tribun-Medan.com)
  

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved