Breaking News:

TRIBUNWIKI

5 Tips Merawat Burung Murai Batu dan Cucak Rowo

Alasannya tertarik dengan jenis burung tersebut karena salah satu aset di masyarakat Sumut yang dilirik pegiat burung luar.

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/GOKLAS
Suasana rumah Idham, di Jalan Karya Wisata 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Idham ialah satu di antara pegiat burung kicau yang ada di Kota Medan.

Kini pria asal Sedang Bedagai ini sudah setahun lamanya membuat penangkaran untuk burung jenis Murai Batu dan Cucak Rowo.   

Baca juga: Pdt Benyamin Sitepu Ditetapkan Tersangka Kasus Cabul, Ini Seruan Gembala Sidang GBI Namoriam

Saat berkunjung ke rumahnya di Jalan Karya Wisata No.37 Medan, Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatra Utara, terlihat jelas puluhan burung berada dalam sangkar yang tersusun rapi. 

Idham menjelaskan sejak 2010 sudah mulai membangun penangkaran burung kicau.

Awalnya jenis Love Birth, namun karena harganya turun ia berhenti. 

Suasana rumah Idham, di Jalan Karya Wisata
Suasana rumah Idham, di Jalan Karya Wisata (TRIBUN MEDAN/GOKLAS)

Kemudian di tahun 2020 Idham kembali coba untuk beternak burung kicau. Tapi kali ini berbeda, yakni burung asli sebagai endemi Sumatera Utara yang hampir punah. 

"Jadi ini lah beternak Murai Batu dan Cucak Rowo sampai saat ini. Ini jenis burung yang berasal dari Padang Sidempuan," kata Idham kepada Tribun Medan saat diwawancara di rumahnya, Minggu (30/5/2021).

Alasannya tertarik dengan jenis burung tersebut karena salah satu aset di masyarakat Sumut yang dilirik pegiat burung luar.

Misalnya saja pemain burung kicau dari pulau Jawa yang menurutnya telah mengakui Burung Murai Batu asal Medan teruji mentalnya. 

Serupa halnya dengan burung Cucak Rowo yang terkenal dengan kicauannya yang bagus dan salah satu endemi terbaik di Sumut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved