Dugaan Tabung Oksigen Kosong

VIRAL Pasien Meninggal lantaran Tabung Oksigen Kosong, Begini Kabar Terkini Sang Perawat

Pihak RS Pirngadi menyatakan kondisi terakhir perawat yang tampak di video viral pasien meninggal karena tabung oksigen kosong, kini masih dirawat.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/TANGKAPAN LAYAR VIDEO
Perawat RS Pirngadi Medan (kiri) dan pasien yang tengah kejang-kejang dan meninggal dunia. 

"Dia bilang mohon maaf, Pak. Ibu sudah enggak ada, Pak. Sudah meninggal dunia dan kami pastikan."

Rawi mengakui kalau yang berteriak dalam video itu merupakan dirinya.

Hal itu spontan ia lakukan lantaran panik melihat ibunya seperti itu.

Ia mengaku tidak melakukan kekerasan terhadap dokter yang mengurus ibunya.

Ia hanya menyuruh suster untuk membuka masker, namun suster itu terjatuh ke lantai.

Kericuhan itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.

Perawat RS Pirngadi Medan (kiri) dan pasien yang tengah kejang-kejang dan meninggal dunia.
Perawat RS Pirngadi Medan (kiri) dan pasien yang tengah kejang-kejang dan meninggal dunia. (TRIBUN MEDAN/TANGKAPAN LAYAR VIDEO)

Sekitar pukul 22.30, ibunya dinyatakan meninggal dunia.

Sebelum dibawa ke Rumah Sakit Pringadi, ibu Rawi sempat dirawat di rumah sakit swasta karena sakit diabetes.

Kakinya mengalami luka dan sulit disembuhkan.

Namun karena di rumah sakit itu kurang memadai fasilitasnya, keluarga Rawi memutuskan untuk membawa pulang dan merawat di rumah dengan pengobatan herbal.

Tabung Oksigen dan Pasien RS Pirngadi Medan.
Tabung Oksigen dan Pasien RS Pirngadi Medan. (TRIBUN MEDAN/TANGKAPAN LAYAR VIDEO)

"Sakit gula. Gula tinggi, jadi kakinya luka. Lalu busuk. Sempat kami bawa juga ke rumah sakit. Katanya sudah busuk lukanya. Kakinya luka, dikikis juga. Dokter bilang kita buang yang enggak bisa lagi," jelasnya.

Karena alasan itulah mereka dirujuk ke RS Pringadi untuk agar bisa mendapatkan pelayanan lebih baik setelah berunding antar keluarga.

"Begitu masuk Pirngadi, diperiksa UGD dan periksa lainnya. Lalu dibawa lah untuk dirawat inap."

Dari situ keluarga Rawi mulai gelisah karena ibunya yang sempat dipasang infus namun ketika tiba di rumah sakit Pringadi malah tak kembali diberikan cairan infus.

"Baru pindah ruangan infus enggak dipasang. Udah dipindah sudah masuk dalam ruangan semua saya datang bertanya proses ini kenapa enggak dipasang sementara dari uGD dipasang.
Sementara kondisi lemas."

Ketika Rawi bertanya kepada suster lah ia mendapat perlakuan tak mengenakan dari seorang suster.

Bahkan, kata Rawi, suster itu sempat membanting buku dan mengucap kata yang kurang pantas.

"Saya tanya dia. Dia malah ngamuk pada saya. Dia bilang, 'Pak, kerjaan saya bukan itu saja. Sabar, karena ini yang harus saya selesaikan banyak'," ucapnya menirukan.

Tak ingin memperkeruh suasana akhirnya ia mengalah dan meninggalkan ibunya sebentar dan dijaga sang kakak.

Saat ia kembali, ternyata infus telah terpasang.

"Enggak ketemu, saya keluar agak lama baru dia datang. Dia pasang infus saat beli sesuatu. Saya naik sudah dipasang.

Rawi mengatakan, infus yang dipasang pada ibunya tidak dilakukan dengan benar.

Cairan sama sekali tidak keluar dari botol.

Keran terlihat mati sehingga ia memutuskan untuk melakukan sendiri sampai cairan keluar dengan normal.

"Dia bilang jangan setel setel ya dibiarkan sampai pagi. Dia pasang infus jangan di stel. Posisinya mati. Enggak turun untuk apa di pasang."

Tak ingin memperkeruh suasana akhirnya ia mengalah dan meninggalkan ibunya sebentar dan dijaga sang kakak. Saat ia kembali, ternyata infus telah terpasang.

"Enggak ketemu, saya keluar agak lama baru dia datang. Dia pasang infus saat beli sesuatu. Saya naik sudah dipasang.

Rawi mengatakan, infus yang dipasang pada ibunya tidak dilakukan dengan benar.

Cairan sama sekali tidak keluar dari botol.

Keran terlihat mati sehingga ia memutuskan untuk melakukan sendiri sampai cairan keluar dengan normal.

"Dia bilang jangan setel setel ya dibiarkan sampai pagi. Dia pasang infus jangan di stel. Posisinya mati. Enggak turun untuk apa di pasang."

"Saya bilang, jadi kalau nggak kalian buka kerannya, ini bagaimana?"

Keesokan harinya, cairan infus habis dan ketika meminta untuk diganti suster menolak permintaan keluarga dan mengatakan besok baru bisa diganti.

Karena sang kakak yang sedang menjaga, ia pun menuruti apa yang dikatakan suster itu.

Terkait rumah sakit yang melaporkan dirinya ke polisi, Rawi mengaku tak ambil pusing.

Ia menganggap telah melakukan perbuatan yang benar karena ibunya tidak diperlakukan secara buruk oleh RS Pirngadi.

Ibunya meninggal dunia pada umur 59 tahun.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved