Breaking News:

TRIBUNWIKI

3 Buku Suku Batak Legendaris di Literacy Coffee, Ada Kitab Tertua yang Paling Dilestarikan

Ada 3 buku batak terlegendaris yang bisa menjadi rekomendasi bacaan terutama bagi Anda yang suka membaca buku sejarah.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ ANGEL
Batak Inspigraph 

Di puncak atap tertinggi diikatkan kepala kerbau lengkap dengan tanduknya.

Rumah di Toba dihias dengan ukiran, patung dan gorga bewarna merah, hitam dan putih.

Tetapi sekarang rumah peninggalan leluhur tersebut sudah menghilang, karena generasi yang datang belakangan lebih suka tinggal di rumah "modern", demikian juga ukiran dan hiasan rumah berupa patung sudah lenyap berpindah ke tangga penjual barang antik.

Suku Batak-Toba sangat percaya kepada roh leluhur yang selalu menjaga dan melindungi mereka.

Oleh karena itu diciptakanlah patung leluhur, supaya mereka dengan mudah dapat berhubungan.

Baca juga: Lokomotif Tua, Saksi Sejarah Kereta Api Medan

Untuk menjaga supaya penghuni kampung tidak diserang roh jahat atau roh alam, diukir patung Pangulubalang yang bertugas menjaga dan memusnahkan musuh, yang datang menyerbu.

Sekarang patung-patung itu sudah sirna karena setelah agama masuk.

Bukan hanya patung yang menghilang, tulisan Batak yang diwariskan leluhur tidak dikenal lagi oleh generasi yang lebih muda.

Pada hal dahulu para dukun menuliskan ajarannya dalam Buku Pustaha yang terbuat dari kulit kayu yang dikeringkan.

Demikian juga Tunggal Panuluan, tongkat penuh dengan ukiran, sekarang sudah sinar di makan zaman.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved