Breaking News:

TRIBUNWIKI

Lokomotif Tua, Saksi Sejarah Kereta Api Medan

Lokomotif tua ini didatangkan pada tahun 1914 dari pabrik Hartman, di Jerman.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pekerja membersihkan monumen lokomotif kereta api tua di Jalan Stasiun, Medan, Kamis (26/12/2019). Monumen lokomotif tersebut merupakan benda heritage yang harus terjaga kelestariannya, dan menjadi sejarah perkereta apian di Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Monumen Lokomotif Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) merupakan satu di antara destinasi yang bisa Anda datangi, khususnya masyarakat Kota Medan

Monumen ini adalah salah satu heritage Kota Medan.

Baca juga: DITERKAM BUAYA saat Mancing, Warga Heboh Cari Jasad Karsiti, Polisi Turun ke Lokasi

Pekerja membersihkan monumen lokomotif kereta api tua di Jalan Stasiun, Medan, Kamis (26/12/2019). Monumen lokomotif tersebut merupakan benda heritage yang harus terjaga kelestariannya, dan menjadi sejarah perkereta apian di Kota Medan.
Pekerja membersihkan monumen lokomotif kereta api tua di Jalan Stasiun, Medan, Kamis (26/12/2019). Monumen lokomotif tersebut merupakan benda heritage yang harus terjaga kelestariannya, dan menjadi sejarah perkereta apian di Kota Medan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Destinasi ini berada tepat di sebelah Stasiun Kereta Api Medan, jalan Kereta Api, No 1, Kecamatan Medan Barat, Medan, Sumatra Utara.

Baca juga: Macaroni Schotel, Makanan Jaman Kolonial Belanda yang Populer, Berikut Cara Membuatnya

Letaknya berdekatan dengan heritage lainnya, yaitu Lapangan Merdeka Medan, Tugu Pos Medan (titik nol Medan), gedung London Sumatra, restoran Tip Top, dan Hotel Grand Inna Dharma Deli (Hotel De Boer).

Lokomotif tua ini didatangkan pada tahun 1914 dari pabrik Hartman, di Jerman.

Dahulu digunakan untuk menarik gerbong kereta api bermuatan sawit, tembakau, dan karet dari daerah Tebing Tinggi, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Asahan menuju kota Medan.

Aktivitas perdagangan inilah satu faktor yang menyebabkan kota Medan berkembang pesat dan maju. Setiap hasil bumi yang telah dipanen, dikirim dan diperjualbelikan di kota Medan.

Baca juga: Kisah Pasutri Psikopat, Bukti Kejahatannya Terbongkar Karena Lelucon Anak-anak Soal Rumah Seramnya

Pekerja membersihkan monumen lokomotif kereta api tua di Jalan Stasiun, Medan, Kamis (26/12/2019). Monumen lokomotif tersebut merupakan benda heritage yang harus terjaga kelestariannya, dan menjadi sejarah perkereta apian di Kota Medan.
Pekerja membersihkan monumen lokomotif kereta api tua di Jalan Stasiun, Medan, Kamis (26/12/2019). Monumen lokomotif tersebut merupakan benda heritage yang harus terjaga kelestariannya, dan menjadi sejarah perkereta apian di Kota Medan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Kemudian, ada juga yang diteruskan ke Pelabuhan Belawan untuk didagangkan di luar wilayah Sumatera Utara.

Masyarakat Kota Medan biasanya mengunjungi destinasi ini untuk sekedar mengetahui sejarah lokomotif, swafoto, dan nongkrong.

Namun, saat Tribun Medan berkunjung, destinasi ini sepi karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Baca juga: SOSOK Lafran Pane, Pahlawan Nasional Asal Sumatera Utara

Pekerja membersihkan monumen lokomotif kereta api tua di Jalan Stasiun, Medan, Kamis (26/12/2019). Monumen lokomotif tersebut merupakan benda heritage yang harus terjaga kelestariannya, dan menjadi sejarah perkereta apian di Kota Medan.
Pekerja membersihkan monumen lokomotif kereta api tua di Jalan Stasiun, Medan, Kamis (26/12/2019). Monumen lokomotif tersebut merupakan benda heritage yang harus terjaga kelestariannya, dan menjadi sejarah perkereta apian di Kota Medan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Sanjaya, warga Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, yang sedang berkunjung mengatakan, ia dan tiga orang temannya datang karena ingin melihat-lihat dan penasaran dengan bentuk kereta api di masa lampau.

"Mumpung ada waktu luang, main ke sini. Kan lumayan, bisa lihat-lihat, ga pakai biaya masuk pula lagi," ujarnya kepada Tribun Medan, Selasa (25/5/2021).

Baca juga: BERIKUT Daftar Alamat Polres Di Bawah Naungan Polda Sumut

Diketahui, monumen ini terbuka untuk umum. Tidak ada jam buka dan tutup tertentu untuk berkunjung ke destinasi ini.

Walau sudah berusia ratusan tahun, lokomotif tersebut tampak masih terawat dengan struktur yang kuat, meski sudah tak beroperasi sejak puluhan tahun lalu.

(cr12/tribunmedan.com)

Penulis: Muhammad Ardiyansyah
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved