Breaking News:

KONDISI MALAYSIA TERBARU Lockdown Total, Risiko Ekonomi Bisa Runtuh, 9.020 Kasus Baru Covid-19

- Penyebaran virus corona di Malaysia semakin mengerikan. Jumlah angka warga yang terinfeksi semakin melonjak, dilengkapi kasus baru 9.020 Kasus.  

Editor: Salomo Tarigan
AP PHOTO/VINCENT THIAN
Kuala Lumpur, Malaysia 

TRIBUN-MEDAN.com - Penyebaran virus corona di Malaysia semakin mengerikan.

Jumlah angka warga yang terinfeksi semakin melonjak, dilengkapi kasus baru 9.020 Kasus.  Ekonomi di Malaysia pun terancam.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin meluncurkan paket stimulus ekonomi baru senilai 40 miliar Ringgit Malaysia (RM) (9,7 miliar dolar AS) atau setara Rp138 triliun pada Senin (31/5/2021).

Paket ekonomi ini diambil dalam upaya untuk mengurangi dampak dari lockdown total di negeri Jiran tersebut.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Muhyiddin mengatakan paket tersebut – bernama Strategic Programme to Empower the People and Economy atau program Strategis Pemberdayaan Rakyat dan Ekonomi (Pemerkasa) Plus – akan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit umum untuk merawat pasien Covid-19, untuk mendukung kelangsungan bisnis dan membantu rakyat.

PENGAKUAN Najwa Shihab Pengalaman Pribadi Najwa Dilecehkan di Jalan, Marak Korban Begal Payudara

Ecowisata Tangkahan, Wisata Berkelas Internasional

Ia mengatakan, 450 juta Ringgit Malaysia akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) dan peralatan untuk penanganan Covid-19.

Sedangkan 550 juta Ringgit Malaysia akan dialokasikan untuk menutupi biaya terkait peningkatan biaya operasi dan manajemen dalam menangani krisis kesehatan.

Untuk bantuan langsung kepada warga Malaysia, ia mengatakan 2,1 miliar Ringgit Malaysia akan didistribusikan kepada rumah tangga berpenghasilan rendah yang berpenghasilan kurang dari 5.000 Ringgit Malaysia per bulan.

Kades Lumban Lobu Ingatkan Masyarakat Belajar dari Kasus Pembunuhan Marta boru Butarbutar

"Hal ini terutama untuk memastikan kesejahteraan dan kelangsungan hidup yang rentan, serta untuk memastikan bahwa pekerja yang bergantung pada upah harian dapat terus dibantu. Mereka menjadi salah satu yang paling terdampak menyusul pemberlakuan lockdown," kata Muhyiddin.

Selain itu, ia mengatakan bahwa moratorium pinjaman opsional akan ditawarkan kepada kelompok 40 persen terbawah dan orang-orang yang kehilangan pekerjaan, serta pengusaha mikro dan usaha kecil menengah (UKM) yang tidak dapat beroperasi selama lockdown.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved