Update Covid 19 di Medan
Ngeri Nih, Dalam 24 Jam Kasus Kematian Covid-19 di Kota Medan Ada 11 Orang
Kasus kematian Covid-19 di Kota Medan kian mengkhawatirkan. Dalam 24 jam ada 11 orang meninggal dunia
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Angka kematian akibat Covid-19 di Kota Medan menunjukkan peningkatan dalam satu minggu terakhir.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, angka kematian akibat Covid-19 pada Senin (31/5/2021) hingga pukul 24.00 WIB meningkat 11 orang menjadi total 575 orang.
Sementara untuk kasus konfirmasi meningkat 33 kasus menjadi 16.381 kasus.
Angka tersebut dengan rincian 15.186 dinyatakan sembuh meningkat sebanyak 34 orang.
Baca juga: Kerjasama dengan Pemko Medan, RS Royal Prima Tambah 290 Bed dan ICU Khusus Pasien Covid-19
Berdasarkan website resmi https://covid19.go.id/peta-risiko Kota Medan saat ini berstatus zona oranye dengan tingkat risiko sedang.
Peningkatan signifikan angka kematian Covid-19 di Kota Medan terjadi pada Sabtu (29/5/2021) dan Senin (31/5/2021).
Sementara beberapa bulan belakangan angka kematian di Kota Medan berada pada angka 1 sampai 4 orang per harinya.
Sementara itu, juru bicara Satgas Covid-19 Kota Medan Mardohar Tambunan mengatakan, meskipun angka kematian meningkat namun posisi Kota Medan masih berada di status yang sama.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Medan Makin Ngeri, RS Royal Prima Tambah 290 Bed dan ICU
“Penambahannya tidak terlalu signifikan, masih datar kalau kita lihat jumlah kasus. Kalau kematian bisa disebabkan banyak faktor. Medan masih zona kuning, tak berubah, sama seperti yang kita lihat, tak berubah,” katanya.
Mardohar juga menjelaskan bahwa saat ini Pemko Medan bersama tim gabungan telah menerapkan isolasi di dua lingkungan di Kota Medan. Isolasi ini, kata dia, termasuk upaya penerapan PPKM skala mikro.
“Ini juga penerapan PPKM mikro di tingkat lingkungan. Dilakukan untuk memutus mata rantai,” pungkasnya.
Sebelumnya Pemerintah Kota Medan bekerjasama dengan Rumah Sakit Royal Prima untuk menambah ruangan isolasi dan perawatan pasien Covid-19.
Baca juga: Gubernur Perpanjang Pembatasan Kegiatan Malam Hari: Kasus Covid-19 Turun 29 Persen
Total ada sebanyak 290 ruangan yang ditambah termasuk ICU dan UGD khusus pasien Covid-19.
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan penambahan ruangan ini untuk menurunkan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Medan yang cukup tinggi.
"Hari ini tadi dari royal prima melaporkan per hari ini sudah ready 86 bed. Terdiri dari di dalam itu ada 20 ICU dengan fasilitas yang baik, ada ventilator dan segala macamnya," ujar Bobby di Balai Kota, Senin (31/5/2021).
Dikatakannya, selain penambahan ruangan isolasi, RS Royal Prima juga membantu Pemko Medan dalam fasilitasi swab antigen dari hasil tracing di dua lingkungan yang diisolasi.
Baca juga: 33.000 Ribu Lansia di Karo Bakal Segera Divaksin Covid-19
"Mereka juga sudah bersedia membantu kita untuk melakukan swab antigen pada lingkungan-lingkungan kita nanti yang hari ini kita sudah ketahui ada dua lingkungan yang kita isolasi,"
"Ini masyarakat di sana nanti yang kita anggap perlu kita lakukan swab antigen di royal prima memberikan bantuannya kepada Pemerintah Kota Medan," tuturnya.
"Swab antigen kita sudah bisa dimulai besok. Nah ini untuk masyarakat yang kita isolasi," tambahnya.
Sementara untuk Rumah Sakit Martha Friska, kata Bobby juga kembali dioperasikan untuk menangani Covid-19 dengan ketersediaan 50 tempat tidur untuk pasien.
"Dan hari ini juga informasi Rumah Sakit Martha Friska sudah kita kembalikan beroperasi ada 50 bed juga tambahan ini untuk mengantisipasi pelonjakan kasus yang terus meningkat," katanya.
Baca juga: Kelurahan Tanjung Sari Tertinggi Kasus Covid-19, Petugas Jaga Minta Pengendara Putar Arah
Menantu Presiden Jokowi ini berharap penambahan bed dapat mengurangi jumlah pasien yang mengantre ataupun terpaksa ditolak pihak RS karena ruang rawat inap penuh.
"Agar tidak terjadi antrean, tidak terjadi penolakan dari Rumah Sakit karena penuh. BOR dari masing-masing Rumah Sakit kita minta yang sudah hampir 100 persen ini yang masih ada fasilitas masih ada ruangannya tolong dimaksimalkan,"
"Seperti di Royal Prima ini tadinya kampus di lantai 3 dan 4 dijadikan ruangan isolasi dan ICU dan UGD khusus Covid-19 agar tidak bercampur dengan pasien-pasien lainnya," katanya.(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemakaman-covid-19-di-simalingkar-3.jpg)