Terima Laporan Pungli di Pendidikan TNI AD, Jenderal Andika Ultimatum Keras Komandan Pendidikan

“Saya tidak ingin lagi ada iuran, apa pun alasannya. Kita dulu waktu pendidikan pertama, tidak ada iuran-iuran,” kata Jenderal Andika

Editor: Tariden Turnip
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Terima Laporan Pungli di Pendidikan TNI AD, Jenderal Andika Ultimatum Keras Komandan Pendidikan. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa di Makopassus Cijantung, Senin (20/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa memberi ultimatum keras pada komandan lembaga pendidikan TNI AD soal penarikan iuran pada peserta pendidikan.

Ultimatum keras Jenderal Andika ini dilontarkan dalam dalam rapat pimpinan (Rapim) TNI AD 2021 yang berlangsung secara luring dan daring pada Sabtu (29/5/2021).

Ultimatum keras sosok yang diperkirakan menjadi Panglima TNI juga viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 4 menit 14 detik, di hadapan sejumlah Panglima Kodam,  Jenderal Andika Perkasa, menegaskan tak ingin lagi ada laporan mengenai penarikan iuran.

Jenderal Andika mengaku tak akan segan-segan bertindak tegas kepada para komandan TNI AD jika tetap melakukan penarikan iuran.

“Saya tidak ingin lagi ada iuran, apa pun alasannya. Kita dulu waktu pendidikan pertama, tidak ada iuran-iuran,” kata Jenderal Andika dikutip dari Tribunnews.com pada Rabu (2/6/2021).

Prajurit Infanteri yang lulus dari Rindam XVIII/Kasuari
Prajurit Infanteri yang lulus dari Rindam XVIII/Kasuari (Rindam XVIII/Kasuari)

“Dinas, Aspers dalam hal ini, sudah merencanakan (penganggaran). Ada uang makan, ada uang saku, atau apa pun namanya sebelum dilantik sudah ada.”

Lebih lanjut, Jenderal Andika mengatakan bahwa calon tentara pada zaman dulu tidak dimanjakan.

Jika ada kekurangan logistik terhadap perorangan merupakan salah satu bentuk latihan.

Karena itu, menurutnya, tidak bisa hal itu dijadikan alasan bagi para oknum untuk meminta iuran kepada calon tentara.

"Itu semua sudah cukup, bahwasanya sepatunya kurang ya enggak apa-apa. Bisa kita dulu. Dan itu menjadi bagian dari cara kita berlatih. Kita nyuci malam-malam setelah kegiatan, jangan maunya cadangannya banyak," ucap Andika.

Lebih lanjut, Jenderal Andika juga menyinggung para panglima kodam yang hadir dan membawahi Rindam, komandan Kodiklat, Gubernur Akmil, Komandan Secapa, dan komandan Sesko baik secara luring maupun daring.

Mengingat jabatannya, menurut Jenderal Andika, mereka harus bertanggung jawab jika masih ditemukan adanya iuran di berbagai tingkatan pendidikan ketentaraan.

Proses seleksi penerimaan Pantaukhir Pusat Tamtama PK TNI AD di Rindam I/BB Pematangsiantar, Sabtu (2/5/2020)
Proses seleksi penerimaan Pantaukhir Pusat Tamtama PK TNI AD di Rindam I/BB Pematangsiantar, Sabtu (2/5/2020) (TRI BUN MEDAN/Alija Magribi)

“Jadi kalau masih ada iuran apa pun bentuknya di Rindam, saya akan anggap Danrindam tahu. Ada iuran di pusdik-pusdik, saya akan menganggap Danpusdik tahu. Di Secapa saya juga dapat laporan iuran, berarti Danmen (Komandan Resimen) tahu,” ucapnya.

Jenderal Andika pun berharap ke depan agar ada perbaikan dan kasus iuran itu bisa segera ditindaklanjuti. Hal ini sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi TNI AD.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved