News Video
Rel Kereta Api Tanpa Palang Memakan Korban Satu Orang Warga Sei Kama Asahan
Sementara warga lain, Reza, saat diwawancarai tribun-medan.com, mengaku kejadian tersebut sudah sering terjadi di sekitar perlintasan kereta tersebut.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap |
Rel Kereta Api Tanpa Palang Memakan Korban Satu Orang Warga Sei Kama Asahan
TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Rel kereta tanpa palang pintu di Desa Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan memakan korban.
Seorang Pria yang bekerja sebagai tukang tahu warga Kecamatan Sei Kama, tewas usai ditabrak kereta Putri Deli rute Stasiun Tanjungbalai menuju Stasiun Besar Medan.
Seorang saksi mata, Rosliana Panjaitan (37 ) mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 wib, dimana korban tersebut hendak melintas dan tersambar oleh kereta api.
"Awalnya saya mendengar ada suara besar, pertama dikira nabrak kerikil. Namun setelah keluar, saya lihat rupanya orang," ujar Rosliana kepada tribun-medan.com.
Dijelaskannya, korban tersebut datang dari arah Air Joman hendak menyebrang ke arah Kecamatan Sei Kama. Jelasnya, bapak tersebut tersambar kereta api di bagian belakang sepeda motornya.
"Bapak tersebut sudah lewat, kemudian terserempet bagian belakangnya, dan terseret hingga 20 meteran," jelasnya.
Lanjutnya, ia tidak mengetahui pasti identitas korban, namun ia mengetahui dikarenakan sering lalu lalang menjajakan tahu.
"Orang Sei Kama, namun pastinya gatau. Usia di perkirakan umur 30 tahun," ujarnya.
Sementara warga lain, Reza, saat diwawancarai tribun-medan.com, mengaku kejadian tersebut sudah sering terjadi di sekitar perlintasan kereta tersebut.
Menurutnya, tidak adanya perangkat keselamatan seperti palang kereta menjadi salah satu alasan seringnya memakan korban di perlintasan tersebut.
"Ini yang jalan disini bukan cuma sepeda motor, mobil, truk juga melintasi jalan ini. Itulah, minimnya perangkat keselamatan disini yang membuat kejadian tersebut sering terjadi," ujarnya.
Pengakuannya, sebelum kejadian ini terjadi, ada seorang wanita pengendara sepeda motor tertabrak oleh kereta dan terseret hingga 50 meter.
"Kalau itu gaada ampun, ga berbentuk lagi badannya. Namanya kereta api, kekmana mau dilawan," ujarnya.
Ia berharap kepada PT KAI untuk segera membangun palang pintu serta pos penjagaan agar masyarakat sekitar merasa aman untuk melintasi rel kereta api.
"Ya maunya di bangunlah, yang kita takutkan disini banyak pengendara yang melintas. Kemudian jalan ini juga jalan penghubung dua kecamatan," pungkasnya.
(CR2/TRIBUN-MEDAN.COM)