Breaking News:

Kedai Tok Awang

Tua-tua Kelapa

Singgungan Lek Tuman tentang Ronaldo menggiring percakapan ke arah pemain-pemain berusia senja yang masih saja melanjutkan jejak.

AFP PHOTO/FILIPE AMORIM
BERLATIH - Pemain Tim Nasional Portugal Cristiano Ronaldo berjalan di lapangan usai berlatih di Oeiras, Portugal, kemarin. Portugal yang merupakan juara bertahan tergabung dalam "grup neraka" di Euro 2020 (penyelenggaraan 2021) bersama Perancis dan Jerman. 

BAGI sejumlah pemain, Piala Eropa kali ini barangkali akan menjadi kejuaraan terakhir. Semangat boleh tetap membara, tapi apa boleh buat, usia membuat kaki tak seiring segerakan lagi dengan kepala. Tatkala otak memerintahkan kaki bergerak, ada jeda satu dua second. Singkat memang. Tak sampai sekedipan mata. Namun dalam sepak bola ini memberi pengaruh besar.

"Kelen tengok itu Ronaldo. Waktu main di Manchester United, makjang, kencang kali. Kalok dia lari hampir tak ada yang bisa ngejar. Sekarang? Kebanyakan nunggu bola hanyut di depan gawang," kata Lek Tuman. Selepas mendata warga yang akan disertakan dalam tes Swab Antigen massal pekan depan, Lek Tuman singgah ke kedai Tok Awang.

"Tapi, kan, masih tetap ngeri dia, Pak Kep. Buktinya masih jadi top score di Italia. Masih mantap. Iya, kan, Cik," tanya Ane Selwa pada Ocik Nensi yang sedang mengiris bawang untuk pelengkap bumbu mi instan rebus pesanan Pak Guru Zainuddin yang sedang bermain catur dengan Tok Awang.

Ocik Nensi penggemar Ronaldo. Namun jangan silap. Dia sama sekali tak berminat pada segala macam teknik dan kejeniusan Ronaldo dalam mengolah bola. Satu-satunya yang ia pedulikan adalah perkara ketampanan.

"Kalau Ocik terserah kalian, lah, mau bilang apa. Mau kencang mau ngeri, mau apa lagi? Sukak hati kelen. Untuk Ocik cuma satu yang penting. Setidaknya sampai sekarang masih ada kulihat mirip-mirip dia sama abang kelen. Cuma kalah tinggi badan aja," katanya.

"Sama gaya rambut, Cik. Memang tak imbang kalau ini. Yang satu masih banyak, masih lebat, yang satu lagi tinggal sisa-sisa," sahut Sudung yang baru saja masuk kedai.

"Ah, kau, banyak kali cakapmu. Kusuruh kau bayar utang, bangkit pulak nanti sakit bengekmu," kata Ocik Nensi menyergah. Sudung tertawa-tawa lalu melangkah menuju meja pertandingan catur di sudut kedai. Skor sementara 2 - 1,5 untuk keunggulan Pak Guru. Sangkot sudah lebih dulu di sana, menonton sembari menyantap nasi goreng.

Singgungan Lek Tuman tentang Ronaldo menggiring percakapan ke arah pemain-pemain berusia senja –untuk ukuran pesepakbola– yang masih saja melanjutkan jejak. Masih ingin menunjukkan sepak terjang. Masih menyimpan ambisi. Istilah Ane Selwa, tua-tua kelapa. Makin tua makin bersantan.

Ronaldo tahun ini 36. Lalu kompatriotnya, Pepe, 38 tahun. Sebenarnya ada Zlatan Ibrahimovic. Maret lalu, secara mengejutkan dia dipanggil kembali ke tim nasional. Dan tatkala Swedia memastikan lolos, Zlatan berpeluang menumbangkan rekor Lothar Matthaus sebagai pemain tertua yang merumput di kejuaraan ini. Tentu, sebagai pemain berposisi striker, satu gol saja juga sudah cukup membuatnya berada di depan Ivica Vastic. Striker Austria ini melesakkan satu gol di laga kontra Polandia pada Euro 2008 saat berusia 38 tahun 257 hari.

Sayangnya kesempatan Zlatan sirna akibat cedera. "Padahal aku sudah berharap bisa melihat dia di Euro nanti. Tapi cedera pulak. Nasib dia, lah. Sial kali," kata Lek Tuman.

Halaman
123
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved