100 Hari Kerja Bobby Nasution Ada Catatan Merah Soal Covid-19

Wali Kota Medan Bobby Nasution memasuki 100 hari kerja. Selama itupula, ada beberapa catatan merah terhadap menantu Presiden RI Joko Widodo itu

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya BEM Nusantara mengkritisi 100 hari kinerja Wali Kota Medan Bobby Nasution, Sabtu (5/6/2021). Hal yang paling disoroti adalah naiknya angka kasus Covid-19 di Kota Medan.(TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Wali Kota Medan Bobby Nasution memasuki masa 100 hari kerja.

Selama itupula, ada sejumlah catatan merah terhadap kinerja Bobby Nasution bersama wakilnya Aulia Rachman.

Adapun yang menjadi perhatian serius selama masa kepemimpinan Bobby Nasution tak lain masalah Covid-19.

Kasus Covid-19 di Kota Medan sempat menanjak drastis dan mengkhawatirkan. 

Baca juga: Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu Tembus Hujan di Hutan Kota Kanal

Baca juga: 11.000 Guru di Medan Sudah Divaksin Covid-19, Bobby Nasution Optimistis Sekolah Buka Bulan Juli

Bahkan, dua lingkungan melakukan isolasi, karena ada 14 warga yang terpapar Covid-19

"Ruang isolasi pasien Covid-19 sudah mendekati batas maksimum. Itu artinya ada kenaikan penyebaran Covid-19 di masyarakat," kata Koordinator Daerah BEM Nusantara Sumut Yusuf Elpa Sagala, Sabtu (5/6/2021).

Untuk mengkritisi kinerja menantu Presiden RI Joko Widodo itu, Elpa pun turun ke jalan bersama sejumlah massa BEM dari berbagai kampus.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan, "Mimbar Masyarakat" dan "Evaluasi 100 Hari Kerja Wali Kota Bobby Nasution".

Selain mengkritisi naiknya angka kasus Covid-19, para pendemo ini juga menyoroti buruknya infrastruktur di Kota Medan.

Baca juga: Bobby Nasution Tinjau Fasilitas Tambahan Layanan Covid-19 di RS Royal Prima

Baca juga: Wali Kota Bobby Nasution Sebut Vaksin yang Disuntikkan Lebih dari Seribu Dosis

Sejak Bobby Nasution dilantik menjadi Wali Kota Medan, masih banyak jalan di Kota Medan yang hancur lebur.

Bahkan, masih ada sejumlah ruas jalan yang digenangi banjir saat hujan turun.

"Kemudian, sampai saat ini masih kita lihat tempat hiburan malam yang buka dan menimbulkan kerumunanan massa. Kami menduga, ada juga perjudian, narkoba dan prostitusi," teriak Elpa. 

Baca juga: Tanggapi Soal Kasus Video Viral RS Pirngadi, Bobby Nasution: Kami Sadari Masih Banyak Kekurangan

Selama melakukan aksi, massa pendemo diawasi petugas kepolisian. 

Mereka membentangkan spanduk persis di depan Bundaran Majestyk Kota Medan.(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved