Breaking News:

Buat Demplot selama Lima Tahun, PTPN IV Apresiasi PKT Berhasil Tangani Ganoderma

Pengendalian penyakit Ganoderma ini merupakan program hasil dari Demonstrasi Plot (Demplot) penggunaan produk MOAF & CHIPS

Kartika / Tribun Medan
Jajaran direksi PTPN IV bersama PKT saat meninjau perkembangan program pengendalian penyakit Ganoderma pada sawit di Langkat pada akhir bulan Mei lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tanaman sawit kini menjadi primadona untuk komoditas ekspor Indonesia. Tentunya, perawatan sawit harus diperhatikan agar kualitas produksi tetap terjaga.

Terkait hal ini, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) bersama PT Propadu Konair Tarahubun (Plantation Key Technology/PKT) melakukan peninjauan perkembangan pengendalian penyakit Ganoderma pada tanaman kelapa sawit di Langkat beberapa waktu lalu.

Pengendalian penyakit Ganoderma ini merupakan program hasil dari Demonstrasi Plot (Demplot) penggunaan produk MOAF & CHIPS.

Direktur PTPN IV, Sucipto Prayitno turut mengapresiasi keberhasilan PKT dalam menangani Ganoderma.
Ia berharap dengan penggunaan produk PKT dapat lebih mendorong produktivitas perkebunan sawit PTPN IV.
"Kita memastikan setiap aplikasi kita itu menghasilkan nilai tambah yang positif” ungkap Sucipto, Sabtu (5/6/2021).

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit Melemah Pekan Ini, Banyak Petani Belum Bermitra ·

PKT sejak 14 April 2016, ditunjuk langsung oleh Asosiasi Bioagroinput Indonesia (ABI) untuk melakukan demplot tersebut.

Dari hasil pengamatan pertama yang dilakukan pada 20 Juli 2016 hingga 29 Mei 2021, bersama dengan PTPN IV, PKT menunjukkan keberhasilan teknologi produknya dalam melakukan pengendalian Ganoderma.

"Pada pengamatan yang dilakukan pada tahun 2016, sudah terlihat jamur basidiokarp pada pohon sawit sudah membusuk, serta terjadinya perubahan fisik pada pohon sawit menjadi lebih baik, seperti tumbuhnya akar baru, dan membukanya daun tombak. Pemantauan dilakukan secara terus-menerus secara rutin hingga 6 tahun kemudian, pohon masih berdiri tegak, dan pohon blok kontrol yang tidak dilakukan pengendalian banyak yang berjatuhan, sedangkan pada daerah yang diaplikasikan MOAF dan CHIPS menunjukkan produktivitas yang memuaskan," tutur Sucipto.

Untuk dapat mengembangkan produk lebih efektif, Project Director PKT, Roderick Bastian menganjurkan para pekebun sawit untuk berhati-hati dalam memilih langkah pengendalian Ganoderma, baik itu langkah teknis, mau pun bahan pengendalian.

“Karena jika gagal dikendalikan, Ganoderma dapat menyebar semakin cepat, dan tentu sangat merugikan kebun. Pohon dan produktivitas akan sama-sama tumbang. Dari seluruh pengalaman PKT dalam pengendalian Ganoderma, teknik pengendalian menggunakan bahan CHIPS adalah pilihan yang paling tepat," jelasnya
Saat ini, penyakit Ganoderma menjadi permasalahan serius bagi perkebunan kelapa sawit, karena menyebabkan kerugian yang sangat signifikan.

Kerugian yang disebabkan tidak hanya berupa kehilangan produksi tetapi juga penurunan efisiensi pengelolaan kebun.

"Penggunaan pupuk kimia dengan unsur hara yang tidak tepat akan mengakibatkan tanaman menjadi lemah dalam menghadapi serangan hama dan penyakit," kata Roderick.

Dijelaskannya, salah satu penyebab utama merebaknya infeksi Ganoderma berupa adanya kerusakan agroekosistem di dalam tanah, dimana musuh alami dari Ganoderma semakin melemah dan berkurang, sehingga tidak ada lagi yang mengontrol pertumbuhan Ganoderma.

Melihat kondisi ini, PKT sebagai pelopor industri teknologi perkebunan, dengan teknologi CHIPS, telah mendapatkan berbagai penghargaan nasional, salah satunya dari MURI, sebagai perusahaan Research & Solution yang pertama dan satu-satunya yang benar-benar berhasil mengendalikan Ganoderma.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved