Pasien Meninggal Diduga Karena Kelalaian, IDI Beri Usul Ini ke RSUD Pirngadi Medan

Kematian pasien di RSUD Pirngadi Medan yang diduga akibat kelalaian tenaga medis masih menjadi sorotan banyak pihak

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Direktur RS Pirngadi Medan, Suryadi Panjaitan, saat memenuhi panggilan Ombudsman Sumut di Jalan, Sei Besitang, Medan pada Jumat (4/6/2021). Ia membantah tudingan bahwa regulator di rumah sakitnya tidak pernah dikalibrasi. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Kematian pasien di RSUD Pirngadi Medan yang diduga akibat kelalaian petugas medis, dan buruknya sistem pelayanan rumah sakit masih menjadi perbincangan masyarakat.

Terkait hal ini, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Medan pun angkat bicara.

IDI Cabang Medan menganjurkan agar manajemen RSUD Pirngadi Medan mengajak keluarga pasien yang meninggal untuk berdialog.

Menurut Ketua IDI Cabang Medan dr Wijaya Juwarna, langkah ini perlu diambil agar masalah tersebut tidak berlarut-larut. 

"Artinya itu ke internal rumah sakit. Mengenai benar tidaknya, memang harus diaudit terlebih dahulu," kata Wijaya, Sabtu (5/6/2021)

Baca juga: Ini Tampang Maling yang Mengendap-endap di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Pirngadi Medan

Namun, Wijaya menegaskan bahwa kejadian itu tidak ada hubungannya dengan profesi seorang dokter. 

"Dokter sudah sesuai standar. Artinya memberikan terapi sesuai penyakit yang diderita pasien," katanya.

Ia pun berharap kasus tersebut cepat selesai.

IDI Cabang Medan sendiri tetap menyarankan agar manajemen RSUD Pirngadi Medan menemui pihak keluarga pasien.

Setidaknya, manajemen RSUD Pirngadi Medan harus menjelaskan kondisi klinis dari pasien saat itu, serta memberikan klarifikasi sebenar-benarnya. 

Baca juga: Direktur Bantah Tudingan Regulator Tabung Oksigen di RS Pirngadi Tak Pernah Dikalibrasi

"Oksigen itu kan hanya salah satu faktor. Kalau mengenai meninggalnya pasien itu ada banyak faktor. Kemudian secara internal pelayanan RSUD Pirngadi harus diperketat," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, beredar video viral berdurasi 56 detik di Instagram yang menyebutkan bahwa seorang pasien mendapatkan pelayanan buruk di RSUD Pirngadi Medan, Rabu (26/5/2021).

Dalam video tersebut, terdengar suara lelaki yang merupakan anak pasien berteriak bahwa ibunya meninggal dunia karena petugas rumah sakit tidak mengganti tabung oksigen yang telah kosong. 

Baca juga: Tanggapi Soal Kasus Video Viral RS Pirngadi, Bobby Nasution: Kami Sadari Masih Banyak Kekurangan

“Mak, mak, tabung kosong ini tidak ada tekanan,” kata seorang lelaki sembari menyalakan video dari handphonenya dan mengarahkan ke ibunya yang meninggal serta perawat RSUD Pirngadi Medan

“Ini suster, ini yang buat ini. Tidak diperiksanya. Buka masker kau,” jelas anak laki–laki dari pasien yang meninggal dengan nada yang tinggi, serta coba membuka masker suster yang ingin beranjak. 

Setelah video itu viral, Ombudsman RI Perwakilan Sumut turut mengambil sikap.

Ombudsman RI Perwakilan Sumut memanggil sejumlah pejabat terkait untuk diklarifikasi.(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved