Kedai Tok Awang
Generasi Emas Kedua Les Bleus
Didier Deschamps berpeluang memenangi Piala Dunia dan Piala Eropa baik sebagai pemain dan pelatih pada dua edisi yang berdekatan.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Tok Awang yang sedari tadi diam menyambung kalimat Jontra Polta. Peristiwa pembantaian Brasil oleh Jerman agaknya masih membuatnya kesal.
"Neymar kelewat dominan waktu itu. Beda sama Perancis sekarang. Sepakat aku sama yang dibilang Leman. Merata, enggak ada celahnya. Ibarat kata enggak ada yang calus. Kipernya Si Lloris. Di depannya Varane. Kiri kanannya juga payah lewat. Terus ada Pogba, ada Kante, ada juga Mbappe dan Antoine Greizmann yang tampan itu."
"Eh, siapa yang tampan, Ayang Beib?" tanya Ocik Nensi tiba-tiba menimpali.
"Orang Perancis."
"Alain Delon?"
"Antoine Greizmann."
"Siapa lebih tampan?"
Jontra Polta bangkit dari duduknya lalu menunjukkan foto Greizmann melalui ponsel kepada Ocik Nensi. Sejurus berselang Ocik Nensi mendengus.
"Kurasa udah agak rusak mata kelen semua, ya. Kayak gini kelen bilang tampan? Masih jauh lebih tampan Aldebaran Alfahri," katanya.(t agus khaidir)
Pernah dimuat di Harian Tribun Medan
Selasa, 8 Juni 2021
Halaman 1
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/deschamps.jpg)