Breaking News:

Wali Kota Medan Bobby Akui Layanan RSUD Pirngadi Belum Baik, tapi Bantah Dugaan Mengcovidkan Pasien

Wali Kota Medan Bobby Nasution sebut RS Pirngadi Jangan cuma buang-buang anggaran. Anggaran itu harus tepat guna, tepat sasaran.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Wali Kota Medan Bobby Nasution memberikan keterangan terkait pelayanan RSU Pirngadi seusai menghadiri seminar di GMKI, Medan, Kamis (10/6/2021). Peralatan RSU Pirngadi yang diduga minim sehingga seorang bayi yang mengidap penyakit tidak bisa buang air besar (BAB) meninggal dunia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution buka suara soal kasus video viral di RSUD Pirngadi Medan, yang diduga mengcovidkan bayi berusia 22 hari. Bayi perempuan Khayra Hanifah Al Maghfirah tersebut akhirnya meninggal dunia, Kamis (10/9) sekitar pukul 08.00 WIB.

Terkait kejadian ini, Bobby mengakui pelayanan rumah sakit milik Pemko Medan tersebut tidak cukup baik saat ini. Ia berjanji melakukan perbaikan pelayanan di RSUD Pirngadi.

"Sudah selalu saya sampaikan, RS Pirngadi ini rumah sakit masyarakat. Jadi, harus ada perbaikan mulai dari fasilitasnya, tenaga kesehatan dan alat-alat kesehatannya," ujar Bobby, Kamis.

Ia pun mengaku telah meminta Direktur RSUD Pirngadi Suryadi Panjaitan untuk memperbaiki pelayanan. "Saya sudah minta kepada Direktur Pirngadi untuk melihat masalah ini. Jangan cuma buang-buang anggaran. Anggaran itu harus tepat guna, tepat sasaran. Kalau fasilitas kurang perbaiki. Kalau alat-alat kesehatan kurang beli yang baru," katanya.

Untuk mencapai pelayanan yang baik, Bobby menuturkan, seluruh tenaga kesehatan dan manajamen di RSUD Pirngadi harus bergerak beriringan.

"Ini kami pastikan harus berjalan beriringan. Tidak cukup jika dokternya saja yang baik. Kami tahu dokter di sana banyak yang spesialis dan bagus-bagus. Tapi, kalau tenaga kesehatan dan alat-alat kesehatannya tidak men-support ini akan menjadi kurang baik," katanya.

Humas RSUD Pirngadi Medan Edison Peranginangin membenarkan, kasus dugaaan bayi sengaja dicovidkan itu terjadi di rumah sakit tempatnya bekerja. Hanya saja, Edison berdalih belum bisa memberikan keterangan secara rinci terkait dugaan tersebut. 

Ketua DPRD Kota Medan Hasyim menyampaikan, apabila dugaan mengcovidkan bayi berusia 22 hari itu benar, maka Direktur RSUD Pirngadi harus mengevaluasi total tenaga kesehatannya.

Dengan adanya isu seperti itu, kemungkinan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut tak bekerja secara profesional.

"Ya, kalau tidak bisa kerja, tidak ada tanggung jawab kerja, tidak adanya profesionalnya untuk bekerja, lebih bagus diganti aja. Terutama bagi suster/perawat dan dokter yang tidak bekerja secara profesional, ya," katanya kepada Tribun via telepon, Kamis.

Halaman
1234
Editor: Perdata O Ginting S
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved