Breaking News:

Kedai Tok Awang

Tentang Neraka yang tak Terlalu Asing

Rekor pertemuan memang Perancis unggul. Namun jangan dilupa, di EuroChampionship; Piala Eropa, Jerman adalah rajanya.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/FRANCK FIFE
AFP PHOTO/FRANCK FIFE LATIHAN - Pemain-pemain Tim Nasional Perancis berlatih jelang laga kontra Jerman di Grup F Euro 2020 yang akan berlangsung di Alianz Arena, Munich, Jerman, Rabu (16/6) dinihari WIB. 

TIM lain barangkali akan merasa gentar (betul-betul gentar!) jika harus berhadapan dengan tim nasional Jerman di kandangnya. Terlebih-lebih di stadion-stadion angker macam Volksparkstadion, Olimpiastadion, Veltins Arena, Signal Iduna Park, atau Alianz Arena. Yang terakhir disebut adalah kandang Bayern Munchen, dan stadion inilah yang ditunjuk UEFA sebagai satu di antara venue Euro 2020.

Alianz Arena kerap dipandang sebagai "neraka" bagi lawan-lawan Jerman. Ukurannya yang raksasa dan dapat memuat tak kurang 70 ribu orang, menjadi satu di antara sebabnya. Walau tak sebrutal suporter-suporter bola di Serbia, Kroasia, atau Polandia, atau juga Yunani, Turki, Inggris dan Italia, suporter di Jerman –para hooligan– tetap termasuk dalam jajaran paling berbahaya di Eropa. Apalagi, mereka nyaris selalu dikaitpautkan pula dengan (sebagian pentolan) Neo Nazi, gerakan politik garis keras yang jadi bayang-bayang masa lalu getir.

Faktor ini, di lain sisi, berandil besar memberi pengaruh pada psikologis pemain-pemain Der Panzer –julukan tim nasional Jerman. Mereka jadi begitu bersemangat dan solid, hingga sukar dikalahkan.

"Memang kuat, tapi terbuntang jugak orang itu digas Makedonia Utara kemarin pas Kualifikasi Piala Dunia. Di kandang pulak,” kata Lek Tuman.

Mak Idam yang sedang memelototi lembaran halaman koran setelah tanpa sengaja terperogok pada satu berita berjudul 'Pak Sekda Tertelan 1/4 Butir Ekstasi', sambil lalu menanggapi. "Ah, kebetulan itu. Mungkin lagi sial aja."

"Kalau kalah dari Inggris di tahun 2001 cemana, Mak?" sahut Sudung. "Kalah 1-5. Telak kali itu. Mainnya di Berlin, stadion keramat. Kebetulan juga?"

AFP PHOTO/FRANCK FIFE
LATIHAN - Para pemain tim nasional Jerman berlatih jelang laga melawan Perancis pada laga Grup F Euro 2020 di Alianz Arena, Rabu (16/6) dinihari WIB.
AFP PHOTO/FRANCK FIFE LATIHAN - Para pemain tim nasional Jerman berlatih jelang laga melawan Perancis pada laga Grup F Euro 2020 di Alianz Arena, Rabu (16/6) dinihari WIB. (AFP PHOTO/FRANCK FIFE)

Mak Idam menggeleng kuat-kuat. "Beda, lah. Melawan Inggris. Melawan Perancis, beda cara pandang kita, untuk melihatnya harus berbeda. Bukan semata sport. Ada politik di sana. Ada ideologi dan sejarah. Dendam masa lalu. Maka sebrutal apapun suporter Jerman memberi tekanan, Inggris dan Perancis tidak pernah takut. Lapangan, bagi mereka sudah tak ubahnya Medan perang."

"Betul, saya sepakat," ujar Zainuddin menimpali. "Namun untuk kali ini ada yang membuatnya lebih beda. Ketidaktakutan pemain-pemain Perancis tak melulu lantaran sayatan luka lama yang tak kunjung sembuh, lebih jauh juga karena perasaan dekat, familiar. Bagi sebagian pemain di skuat Perancis, Alianz Arena bukanlah neraka yang menakutkan."

Iya, neraka yang tak asing. Terdapat lima pemain Perancis yang merumput di klub Jerman. Empat di antaranya bahkan "berumah" di Alianz Arena. Benjamin Pavard, Lucas Hernandez, Corentin Talisso, dan Kingley Coman. Satu pemain lagi Marcus Thuram yang sejak 2019 bermain untuk Borussia Monchengladbach.

Lalu ada Karim Benzema. Eh, bukanlah Benzema tidak bermain di Jerman? Memang betul. Benzema yang baru dipanggil kembali oleh Didier Deschamps setelah “diasingkan” selama enam tahun, merumput di La Liga bersama Real Madrid. Lantas, kenapa dia juga dimasukkan ke dalam kelompok pemain yang tak asing pada Alianz?

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved