Breaking News:

Pemungutan Suara Ulang di Labuhanbatu Digelar Sabtu, KPU Sumut Ingatkan Soal Formulir C

Persiapan pelaksanaan PSU di dua TPS di Kabupaten Labuhanbatu, KPU Sumut mendapat informasi sudah mencapai 98 persen.

FATAH BAGINDA GORBY
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, Herdensi Adnin. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Mustaqim Indra Jaya 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua tempat pemunguran suara (TPS) di Kabupaten Labuhanbatu pada 19 Juni 2021 mendatang, KPU Sumatera Utara meminta KPU setempat untuk memastikan agar formulir C Pemberitahuan atau Undangan Memilih sampai kepada masyarakat.

Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin mengatakan, formulir C Pemberitahuan atau Undangan Memilih dalam PSU diperuntukan bagi masyarakat yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih tambahan (DPTb) dan daftar pemilih pindahan (DPPh) pada Pemilu Labuhanbatu 9 Desember 2020 lalu.

"Sebab ini juga merupakan salah satu amanat MK (Mahkamah Konstitusi) yang mesti dilakukan kawan-kawan KPU Labuhanbatu sebelum PSU berlangsung," kata Herdensi, Rabu (16/6/2021).

Herdensi menegaskan, dalam PSU yang untuk kedua kalinya dilaksanakan di Kabupaten Labuhanbatu, tidak diperkenankan lagi  pemilih dari luar tiga klasifikasi terebut, seperti pemilih pemula dan beberapa lainnya.

"Ya, tidak ada lagi pemilih tambahan dalam PSU tersebut," tegasnya.

Sementara, terkait persiapan pelaksanaan PSU di dua TPS di Kabupaten Labuhanbatu, KPU Sumut mendapat informasi sudah mencapai 98 persen.

Mulai dari logistik, anggaran, petugas ad hoc hingga petugas KPPS di dua TPS yang akan melaksanakan PSU pada 19 Juni 2021 mendatang.

"Ya sejauh ini sudah 98 persen persiapan PSU di Labuhanbatu. Saat ini tahapan yang sedang dilakukan teman-teman adalah mendistribusikan C Pemberitahuan menjelang hari H pelaksanaan PSU nanti, hingga tingkat KPPS. Sebab ini lah yang kita minta dievaluasi agar benar-benar tepat sasaran," jelasnya.

Sebelumnya, PSU Pilkada Labuhanbatu untuk kedua kalinya di dua TPS ini akan digelar, menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu berdasarkan hasil sidang dengan agenda putusan atas sengketa Pilkada Labuhanbatu, pasca-PSU di sembilan TPS yang diajukan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe-Faisal Amri Siregar.

Perintah PSU untuk kedua kalinya, Menurut MK lantaran ditemukan fakta persidangan bahwa ada sebanyak delapan pemilih di dua TPS tersebut yang menggunakan hak pilihnya dengan membawa kartu keluarga (KK).

Meski membawa C Pemberitahuan, penggunaan KK sebagai bukti identitas diri pemilih tidak dibenarkan oleh MK, karena kebenarannya tidak bisa dipastikan sebab tidak ada foto diri di KK.

Sedangkan, hasil PSU Pilkada Labuhanbatu di sembilan TPS pada 24 April 2021 lalu, pasangan Andi-Faisal hanya menang di satu TPS. Sementara pesaingnya, Erik Atrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar berhasil meraih suara terbanyak di delapan TPS.

Hasil rekapitulasi terhadap sembilan TPS yang melakukan PSU ditambah 1.052 TPS lainnya, pasangan Erik-Ellya memeroleh 88.493 suara. Sementara Andi-Faisal mendapat 88.183 suara.

Adapun selisih suara pasangan Erik-Ellya dengan pasangan Andi-Faisal sebesar 310 suara. Sedangkan jumlah DPT di dua TPS, yakni TPS 007 dan TPS 009 Kelurahan Bakaran Bati, Kecamatan Rantau Selatan pada PSU lalu sebanyak 941 pemilih.

(ind/tribun-medan.com)
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved