TRIBUNWIKI
Sejarah Kota Binjai, Pernah Dijadikan Pelabuhan oleh Bangsa Belanda
Usaha ini ditentang, di bawah kepemimpinan Datuk Sunggal bersama rakyatnya, di Timbang Langkat (Binjai) dibuat benteng pertahanan.
Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI- Pada tahun 1822, ternyata bangsa Belanda menjadikan Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara sebagai pelabuhan besar untuk mengekspor rempah-rempah.
Di mana hasil pertanian lada, yang sekarang menjadi Kelurahan Kebun Lada, dikelola untuk dibawa keluar oleh Bangsa Belanda.
Selanjutnya pada tahun 1864-1866 orang Belanda berusaha menguasai Tanah Deli menggunakan politik pecah belah melalui pengangkatan datuk-datuk.
Usaha ini ditentang, di bawah kepemimpinan Datuk Sunggal bersama rakyatnya, di Timbang Langkat (Binjai) dibuat benteng pertahanan untuk menghadapi Belanda.
Pada 17 Mei 1872 terjadilah pertempuran yang sengit antara Datuk/masyarakat dengan Belanda. Peristiwa perlawanan inilah yang menjadi tonggak sejarah dan ditetapkan sebagai hari jadi Kota Binjai.
Perjuangan para datuk/rakyat terus berkobar dan pada akhirnya pada 24 Oktober 1872 Datuk Kocik, Datuk Jalil dan Suling Barat dapat ditangkap Belanda dan kemudian pada tahun 1873 dibuang ke Cilacap.
Pada tahun 1917 oleh Pemerintah Belanda dikeluarkan Instelling Ordonantie No.12, di mana Kota Binjai dijadikan Gemeente dengan luas 267 Ha.
Baca juga: Pelari Gawang Bolak-Balik Medan-Berastagi Demi Latihan Persiapan PON XX Papua
Masa Kemerdekaan Indonesia
Dalam perkembangannya Kota Binjai sebagai salah satu daerah tingkat II di Provinsi Sumatra Utara telah membenahi diri dengan melakukan pemekaran wilayah.
Semenjak ditetapkan Peraturan Pemerintah No.10 Tahun 1986 wilayah kota Binjai telah diperluas menjadi 90,23 km2 dengan 5 wilayah kecamatan yang terdiri dari 11 desa dan 11 kelurahan.
Setelah diadakan pemecahan desa dan kelurahan pada tahun 1993 maka jumlah desa menjadi 17 dan kelurahan 20.
Perubahan ini berdasarkan Keputusan Gubenur Sumatra Utara No.140-1395 /SK/1993 tanggal 3 Juni 1993 tentang Pembentukan 6 Desa Persiapan dan Kelurahan Persiapan di Kota Binjai.
Berdasarkan SK Gubenur Sumatra Utara No.146-2624/SK/1996 tanggal 7 Agustus 1996, 17 desa menjadi kelurahan.
Baca juga: Putranya Selingkuh, Mertua Ini Berikan Semua Warisan ke Menantu, Lalu Menangis Tahu yang Sebenarnya
Dahulunya, Kota Binjai adalah sebuah kampung kecil yang terletak di tepi sungai Bingai. Binjai adalah nama suatu pohon besar di tepi sungai Bingai yang bermuara di Sungai Wampu.
Binjai terletak 22 km di sebelah barat ibukota Provinsi Sumatera Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/taman-merdeka-binjai-berada-di-jalam-sudirman-kota-binjai.jpg)