TERNYATA Ini Alasan Eks Menkes Terawan Tetap Diam meski Vaksin Nusantara Dijegal BPOM
Pada awal pemaparan, Terawan mengklaim bahwa hampir 90 persen bahan-bahan dalam perangkat pembuat Vaksin Nusantara adalah produksi Indonesia.
TRIBUN-MEDAN.COM - AKHIRNYA eks Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto buka-bukaan kenapa diam meski Vaksin Nusantara yang diinisiasinya dijegal BPOM.
BPOM mengklaim ada pelanggaran dalam uji klinik fase I sehingga dinyatakan tidak boleh berlanjut ke uji klinik fase II yakni penyuntikan ke manusia.
Tapi sejumlah tokoh nasional bersedia menjadi relawan uji klinik fase II seperti Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Aburizal Bakrie, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, eks Mensesneg Sudi Silalahi, eks Menkes Siti Fadillah Supari.
Akhirnya pengembangan Vaksin Nusantara dialihkan ke penelitian berbasis pelayanan yang diawasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Yang semula berada dalam platform penelitian vaksin dan berada di bawah pengawasan BPOM, sekarang dialihkan ke Penelitian Berbasis Pelayanan yang pengawasannya berada di bawah Kemenkes," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).
Pengalihan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, Senin (19/4/2021) yang disaksikan Menko Muhadjir.
Terawan menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Rabu (16/6/2021).
Dalam RDP tersebut Terawan memperlihatkan kepada Komisi VII DPR RI seperti apa membuat Vaksin Nusantara.
Untuk memperjelas gambaran informasi, Terawan pun membawa sebuah tempat berbentuk persegi panjang yang disebutnya sebagai perangkat Vaksin Nusantara.
Terlihat, tempat sebagai pelindung Vaksin Nusantara itu dipegang oleh Terawan.
Hal ini berbeda dengan jenis vaksin lainnya di mana membutuhkan cold chain atau rantai dingin untuk menjaga suhu vaksin ideal.
"Inilah yang nanti di kemudian hari didistribusikan ke mana saja, sehingga tidak perlu cold chain untuk mendistribusikannya. Cukup semua peralatan ini," kata Terawan.
Terawan menjelaskan apa saja isi dari box berisi perangkat Vaksin Nusantara. Satu per satu barang yang ada di perangkat itu pun dikeluarkan Terawan.
Lalu Terawan menjelaskan bagaimana tahapan membuat Vaksin Nusantara yang kerap disebut vaksin sel dendritik imunoterapi.
Terawan terlihat lihai dalam menjelaskan pembuatan Vaksin Nusantara layaknya tengah mempraktekkan demo memasak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/vaksin-nusantara-dijegal-bpom.jpg)