Breaking News:

Kantor Dinas Kesehatan Sergai Kumuh, Kadis: Saya Pun Pening Lihatnya

"Bukan mata kalian saja yang sakit melihat itu. Saya pun pening lihatnya," kata Kadis Kesehatan Sergai dr Bulan Simanungkalit.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Wartawan mengamati mobil Puskesmas Keliling yang sudah rongsok dan terparkir di depan kantor Dinas Kesehatan Sergai, Jumat (18/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SEIRAMPAH - Hingga saat ini Pemkab Serdangbedagai (Sergai) masih kebingungan mencari tempat untuk menyimpan aset-aset kendaraan dinas yang sudah tidak bisa dipakai lagi.

Karena kondisi ini beberapa mobil dinas yang sudah rusak pun terlihat terparkir di depan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pemandangan ini bisa dilihat di depan kantor Dinas Kesehatan dan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) / Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang berada di dalam komplek perkantoran Bupati. 

Di depan Kantor Dinas Kesehatan, ada empat mobil jenis ambulan yang dijadikan Puskesmas keliling rusak yang terparkir. Jarak parkir dengan pintu masuk utama kantor dinas hanya sekitar lima langkah kaki saja. Terlihat kalau kondisi ambulan sudah rusak berat dan berkarat. 

Meski sudah lebih dari dua tahun lamanya mobil itu terparkir namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan digeser agar suasana kantor tampak bersih dan asri. Karena jaraknya yang dekat dengan pintu masuk setiap orang yang mau keluar masuk dari dalam kantor pun pasti akan memandang mobil ambulan rusak ini. 

Kadis Kesehatan Sergai dr Bulan Simanungkalit mengakui bahwa kondisi kantornya jadi kumuh karena keberadaan empat mobil ambulans rusak itu. Namun, ia mengaku tidak ada pilihan lain. Lingkungan halaman kantornya yang kecil membuat mobil tidak bisa digeser ketempat lain selain di tempat yang sekarang ini. 

"Bukan mata kalian saja yang sakit melihat itu. Saya pun pening lihatnya. Kita sedang upayakan juga dimana tempat parkir yang baiknya. Eggak ada tempat lagi di kantor kita soalnya," ujar Bulan Simanungkalit Jum,at, (18/6/2021).

Bulan menjelaskan ambulans tidak bisa dipergunakan lagi karena memang usianya sudah tua. Disebut ambulan yang rusak itu merupakan ambulan pertama yang dibeli ketika awal pertama kali Kabupaten Sergai berdiri. Artinya sudah belasan tahun usia ambulans tersebut. 

"Lebih besar biaya memperbaikinya kalau untuk dipakai lagi. Sudah kita laporkan juga ke Bagian Aset itu. Kalau jumlah kendaraan yang sudah kita laporkan ke Bagian Aset karena nggak bisa dipakai lagi nggak lupa saya tapi sudah kita laporkan yang di depan kantor itu,"kata dr Bulan.

Jika di depan kantor Dinas Kesehatan mobil yang terparkir adalah mobil jenis ambulan beda halnya dengan di depan kantor Dinas BPKA sekaligus Bapenda. Di area parkir tampak ada tiga unit mobil kendaraan jenis minibus yang sudah rusak berat. Mobil tersebut merupakan mobil merk KIA dan Mitsubishi Kuda. (dra). 

Kabid Aset BPKA Sergai, Abdi Rasoki yang dikonfirmasi mengakui kalau saat ini kebingungan mencari tempat parkir yang baik untuk menempatkan mobil-mobil yang sudah tidak bisa dipergunakan lagi. Selama ini katanya Pemkab memang tidak mempunyai lahan untuk menyimpan aset rusak sehingga mobil yang rusak diparkirkan di depan kantor OPD masing-masing. Dianggap itu lebih aman karena mereka juga tidak menginginkan terjadi kehilangan. 

"Enggak punya gudang kita makanya yang rusak-rusak ditarok di depan kantor OPD masing-masing. Cemana solusinya kalau bukan di depan kantor karena kita nggak punya tempat lagi. Kalau di tempat yang lain ada kehilangan susah kita,"kata Abdi Rasoki. 

Ia menyebut untuk tahun ini belum ada rencana mobil akan dilelang. Namun demikian untuk tahun depan sudah mereka rencanakan. Dikatakan kalau saat ini mereka sudah menyurati OPD-OPD untuk melaporkan asetnya yang sudah layak untuk di lelang. 

"Tahun depan mungkin kita lelang. Yang melelang nanti ya tetap KPKNL karena mereka juga yang menilainya. Kalau kita hanya menyediakan barangnya saja. Dulu pernah kita lelang cuma saya belum ada di sini. Mobil yang di depan kantor kita itukan sempat dilelang. Cuma enggak laku," kata Abdi Rasoki. (dra)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved