Breaking News:

Aek Sijorni, Wisata Air Terjun di Tapanuli Selatan Yang Wajib Dikunjungi

Selain ingin menikmati destinasi wisata Aek Sijorni, juga ingin mengecek penerapan protokol kesehatan di lokasi tersebut.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Ayu Prasandi
HO/Atifah
Para Wisatawan berwelfi ria di pemandian Aek Sijorni, di Kelurahan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, Sumut, Rabu (15/4/2020). 

MEDAN-TRIBUN.com,TAPANULISELATAN- Pemandian air terjun Aek Sijorni merupakan salah satu objek wisata yang berada Tapanuli Selatan (Tapsel), tepatnya di Desa Aek Libung, Kecamatan  Sayur Matinggi. 

Jarak tempuh dari Kota Medan, ibukota Sumatera Utara menuju ke Aek Sijorni, Tapsel melalui jalur Lintas Barat Sumatera adalah sejauh 408,2 kilometer atau memakan waktu sekitar 12 jam.

Aek Sijorni merupakan lokasi wisata air yang menawarkan air terjun bertingkat dengan kondisi air yang selalu jernih karena berada di aliran sungai yang melewati batu cadas dan tidak mengandung lumpur.

Baca juga: Jasad Pria Dibuang di Tepi Jalan, Warga Sempat Mengira Batang Kayu

Aek Sijorni, juga merupakan air terjun bertingkat yang memiliki tinggi sekitar 10 meter dan letaknya dikelilingi sejumlah pohon kelapa yang berdiri kokoh.

Lokasi wisata tersebut biasanya selalu ramai dikunjungi ketika memasuki musim liburan, terutama ketika pada saat libur Lebaran.

Untuk mencapai lokasi tidak sulit. Aek Sijorni berada tak jauh dari tepi jalan.

Pengunjung yang datang hanya perlu sedikit berjalan dari tempat parkir, lalu akan melintasi sebuah jembatan gantung hingga akhirnya tiba tepat di lokasi.

Pekan lalu, Aek Sijorni pun dikunjungi oleh istri Gubernur Sumut, Nawal Lubis dan rombongan.

Selain ingin menikmati destinasi wisata Aek Sijorni, juga ingin mengecek penerapan protokol kesehatan di lokasi tersebut.

Baca juga: SOSOK Irma Handayani Lubis, Dosen Termuda di ITB, Tak Kenal Menyerah Raih Cita-cita

Kepala Dinas Pariwisata Tapsel, Abdul Saftar Harahap mengatakan di tengah situasi pandemi covid-19, banyak pertimbangan yang dilakukan dalam mengelola lokasi wisata, termasuk Aek Sijorni.

"Pertama kita membuka beberapa tempat wisata karena daerah Tapsel masih berada di zona kuning, kemudian pengunjung yang mendatangi objek wisata kami kebanyakan adalah wisatawan lokal.

Dan terakhir jarena ingin mendukung UMKM yang menopang kehidupan dunia wisata," kata Abdul Saftar beberapa waktu lalu.

Namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada para pengunjung dan pengelola wisata. Sehingga Aek Sijorni, saat ini masih bisa menerima pengunjung.

"Walau objek wisata kita ini belum mendapatkan sertifikat  CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan), tapi protokol kesehatan ketat kita terapkan," jelasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved