Breaking News:

Ciptakan Miniatur dari Stik Es Krim Bekas, Bentuk Becak Paling Diminati

Eko Prayetno selaku Owner Rumah Kreatif Anak Medan menuturkan usaha kerajinan tanganya dimulai sejak tahun 2014.

Penulis: Yufis Nianis Nduru | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
Eko Prayetno (sebelah kiri) bersama temannya di Rumah Kreatif Anak Medan, Jalan Pasar III Gg Tunggal No 3, Kecamatan Medan Perjuangan, Sumatera Utara, Sabtu (26/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bermodalkan bahan bekas, Rumah Kreatif Anak Medan telah membentuk ragam miniatur bernilai tinggi. Rumah Kreatif Anak Medan merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Kota Medan yang berada di Jalan Pasar III Gangg Tunggal No 3, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan.

Hasil ragam miniatur yang telah dibentuk mulai dari berbagai alat transportasi dan ikon-ikon lainnya.

Eko Prayetno selaku Owner Rumah Kreatif Anak Medan menuturkan usaha kerajinan tanganya dimulai sejak tahun 2014.

"Rumah Kreasi Anak Medan berdiri pada tahun 2014 dan awalnya kerajinan tangan dari bahan stik es krim yang anak-anak mainkan, lalu untuk pertama kali kita buat sebuah kapal-kapalan kemudian kita kembali kumpulin barang-barang stik lainnya dan membuat ragam miniatur ini," kata Eko, Sabtu (26/6/2021).

Baca juga: Miniatur Unik dari Bambu Dibanderol mulai Rp 25 Ribu hingga Rp 600 Ribu

Ia menambahkan, bahan dasar ini semua dari stik, tusuk sate, dan sebagainya sehingga rata-rata dari bahan bekas namun jadi emas.

Eko juga menuturkan ragam hasil kerajinan tangannya bersama patner telah sampai di luar kota.

"Sudah banyak terjual juga miniatur kita, ada sekitar ratusan unit bahkan permintaan sudah sampai luar kota dan baru-baru ini dari Kalimantan berhubung kita pasarkan melalui media sosial seperti Facebook yakni Miniature Anak Medan, Instagram @rumah ketam, dan YouTube Rumah Kreatif Anak Medan," kata Eko.

Selanjutnya, Eko mengungkapkan bahwa tidak hanya miniatur berbentuk transportadi namun dapat membuat bentuk lainnya sesuai permintaan.

"Kita bisa buat ragam miniatur sesuai permintaan seperti kemarin ada yang minta di buatin Candi Borobudur, ragam binatang seperti harimau, kuda, panda, dan sebagainya," katanya.

Untuk pengerjaan miniatur ini per unitnya membutuhkan beberapa hari seperti miniatur becak memakan waktu dua sampai tiga hari dan bentuk miniatur dijamin mirip dengan aslinya.

Harga miniatur pun terjangkau sebab dibanderol mulai Rp 50 ribu hingga Rp 3 juta tergantung bentuk.

"Bahan dasar pembuatan ini bagus sebab kita juga milih sehingga tahan beberapa tahun dan biasanya kita ambil bahan dari tempat loak," kata Eko.

Eko menyatakan bahwa miniatur paling laris ialah becak sebagai khas anak Medan dengan harga Rp 250 ribu per unit .

"Dalam setiap bulan belakangan ini omzet juga terus meningkat sehingga ada sekitar beberapa jutaan setiap bulannya," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved