Breaking News:

Nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara Batal Melapor ke Polres Siantar, Tunggu Penjelasan Kurator

Mereka mendatangi Mapolres Pematangsiantar, Selasa (29/6/2021) sore untuk menyampaikan keluhan mereka.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/Alija Magribi
Yayasan Sari Asih Nusantara dan para nasabah menggelar mediasi di SPKT Polres Pematangsiantar, Selasa (29/8/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Polres Pematangsiantar didatangi oleh sejumlah nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara yang merasa dirugikan karena tidak ada kepastian kapan uang mereka dicairkan.

Mereka mendatangi Mapolres Pematangsiantar, Selasa (29/6/2021) sore untuk menyampaikan keluhan mereka.

Dalam pertemuan dengan pihak berwajib, para nasabah yang semula hendak membuat laporan, memilih menerima mediasi dengan lima orang perwakilan Yayasan Sari Asih Nusantara.

Baca juga: Kerap Dikirimi Foto Kelamin, Wanita Ini Merasa Terhina dan Laporkan Seorang Pria Mesum ke Polisi

Kanit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pematangsiantar Aiptu Darwin Siregar membenarkan pihaknya belum menerima laporan dari para nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara.

"Mereka (para nasabah KSP SAN) tidak jadi membuat laporan pengaduan ke Polres Pematangsiantar. Tapi mereka masih berusaha melalui kuasa hukumnya mendaftar sebagai nasabah yang mengalami kerugian sehubungan dengan gugatan perdata ke Pengadilan Niaga. Agar mereka terdaftar, jangan nanti mereka tidak terdaftar," ujar Aiptu Darwin Siregar yang dihubungi, Selasa (30/6/21).

Lanjut Aiptu Darwin Siregar kembali, setelah urusan para nasabah tersebut selesai, Polres Pematangsiantar siap menerima laporan nasabah yang merasa dirugikan.

Sementara itu, Jonson Sibarani yang ditunjuk menjadi kuasa hukum untuk para nasabah atas permintaan lima karyawan koperasi Yayasan Sari Asih Nusantara mengatakan, Pengadilan Niaga Medan telah memutuskan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan sendiri oleh Yayasan Sari Asih Nusantara.

Baca juga: Robby Purba Datangi Rumah Ayu Ting Ting, Berani Bertemu dengan Umi Kalsum serta Ayah Rozak, Ada Apa?

Yayasan Sari Asih Nusantara telah menyatakan diri tidak mampu bayar atau gagal bayar.

"Secara hukum mereka sudah mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) tidak mampu bayar terhadap nasabahnya.

Diketahui ada sekitar 38 ribu nasabah dengan total Rp 86 milliar. Karena ini sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Medan (Pengadilan Niaga) dan disebutkan maka harus dijalankan," ujar Jonson Sibarani.

Lewat putusan itu juga, Kata Jonson kembali, bahwa semua aset dan keuangan itu sekarang di bawah naungan kurator dengan atas nama Marudut Simanjuntak. 

"Kurator ini diberikan kewenangan oleh pengadilan sampai tanggal 19 Juli 2021 untuk mendata apa-apa saja aset dari Yayasan Sari Asi Nusantara dan siapa-siapa saja para nasabahnya, siapa-siapa saja krediturnya," ujarnya kembali.

Baca juga: Ahok Nikahi Mantan Ajudan Istrinya, Kini Mereka Hidup Bersama, Rayakan Ultah dengan Sederhana

Setelah adanya putusan Pengadilan Niaga tersebut, Jonson Sibarani kembali meyakinkan bahwa berdasarkan putusan ini para nasabah yang berada di Kota Pematangsiantar harus aktif mendaftarkan diri menyatakan bahwa uang miliknya ada di Yayasan Sari Asih Nusantara tersebut.

"Karena sudah diserahkan ke kurator maka urusan selanjutnya ke kurator. Jadi kalau bapak ibu tidak mendaftarkan dan tidak mengajukan diri sebagai nasabah, maka uangnya dinyatakan hilang," ungkap Jonson Sibarani seraya 

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved