TRIBUNWIKI
Daftar Gubernur Sumut Dari Tahun 1948 hingga 2021, Edy Rahmayadi Gubernur ke-18
Edy Rahmayadi merupakan Gubernur Sumut ke-18. Hal itu pernah diungkapkan Edy dalam suatu acara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan.
MEDAN-TRIBUN.com, MEDAN - Sumatera Utara (Sumut) merupakan satu dari 10 provinsi yang ada di Pulau Sumatera.
Kini Sumut berusia 73 tahun atau memperingati hari jadinya setiap tanggal 15 April.
Baca juga: Temani Anak Main Skateboard dan Gunakan Masker, Penampilan Ussy Sulistiawaty Bikin Salah Fokus
Pemerintahan Sumut dipimpin oleh seorang gubernur.
Sampai saat ini, sudah 18 orang secara bergantian menjabat sebagai Gubernur Sumut.
Edy Rahmayadi merupakan Gubernur Sumut ke-18.
Hal itu pernah diungkapkan Edy dalam suatu acara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan.
"Saya gubernur ke-18. Pak Syamsul gubernur ke-15, pak Gatot gubernur ke-16 dan pak Tengku Erry gubernur ke-17," ujar Edy kala itu.
Berikut daftar Gubernur Sumut dari tahun 1948 hingga 2021 :
1. Sutan Mohammad Amin Nasution
Sutan Mohammad Amin Nasution merupakan Gubernur Sumut pertama. Pria kelahiran 22 Februari 1904 itu menjabat sebagai Gubernur Sumut pada 1 Juni 1948 hingga 17 Mei 1949.
Pria yang dikenal dengan nama lahir Kreung Raba Nasution pun kembali menjabat Gubernur Sumut untuk kedua kalinya. Kali ini pada periode 23 Oktober 1953-12 Maret 1956.
Baca juga: Temani Anak Main Skateboard dan Gunakan Masker, Penampilan Ussy Sulistiawaty Bikin Salah Fokus
2. Ferdinand Lumbantobing
Ferdinand Lumbantobing atau disingkat FL Tobing merupakan Gubernur Sumut ke-2. Ia menjabat sejak 17 Mei 1949 sampai 14 Agustus 1950.
Kala itu kembali dilakukan reorganisasi pemerintahan.
Sehingga jabatan Gubernur Sumut sempat ditiadakan dan menjadi Gubernur Sumatera Timur, lantaran dibentuk Provinsi Aceh dan Provinsi Tapanuli atau Sumatera Timur.
Namun pada 14 Agustus 1950, ketetapan tersebut dicabut dan dibentuk kembali Provinsi Sumut.
Baca juga: SOSOK 5 Peramal (Paranormal) yang Mendadak Meninggal Dunia, Ramalan-ramalannya Bikin Heboh
3. Abdul Hakim Harahap
Pria kelahiran 15 Juli 1905 ini menjabat sebagai Gubernur Sumut pada periode 25 Januari 1951-23 Oktober 1953.
4. Zainal Abidin
Zainal Abidin yang dikenal dengan gelar Sutan Kumala Pontas menjabat sebagai Gubernur Sumut pada 25 Januari 1957 hingga 1 April 1960.
Sebelumnya ia menjadi Penjabat Gubernur Sumut pada 12 Maret 1956 sampai 25 Januari 1957 lantaran Sutan Mohammad Amin Nasution yang menjabat sebagai gubernur untuk kedua kalinya mengundurkan diri.
Dan Zainal Abidin resmi dilantik sebagai gubernur defenitif pada 25 Januari 1957.
5. Raja Djunjungan Lubis
Raja Djunjungan Lubis sebelum menjadi Gubernur Sumut pada 1 April 1960 hingga 5 April 1963.
Dahulunya pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan (1951-1954), Bupati Tapanuli Tengah (1954-1958) dan disaat bersamaan merangkap sebagai Wali Kota Sibolga, namun mengundurkan diri pada 31 Desember 1957.
6. Eny Karim
Eny Karim lahir di Batusangkar, Sumatera Barat pada 27 Oktober 1910. Ia menjabat sebagai Gubernur Sumut cukup singkat, yakni 8 April 1963-15 Juli 1963.
Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian Indonesia selama kurang lebih setahun, 24 Maret 1956-14 Maret 1957.
Baca juga: Lama Diam, Pihak Rezky Aditya Buka Suara Usai Dituding Miliki Anak Biologis Selain dari Citra Kirana
7. Ulung Sitepu
Ulung Sitepu dilantik sebagai Gubernur Sumut pada tanggal 15 Juli 1963. Pria kelahiran tahun 1917 itu berlatar belakang militer dengan pangkat terkahir Brigadir Jenderal TNI (Brigjen).
Ia menjabat sebagai Gubernur Sumut hingga 16 November 1965.
8. Roos Telaumbanua
Lahir di Gunungsitoli pada 30 September 1919, Roos Telaumbanua atau PR Telaumbanua menjabat sebagai Gubernur Sumut mulai 16 November 1965 hingga 31 Maret 1967.
Sebelum menjadi Gubernur Sumut, ia juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Medan pada tahun 1962 sampai dengan 1965.
9. Marah Halim Harahap
Marah Halim menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara mulai 31 Maret 1967 sampai 12 Juni 1978.
Pria kelahiran 28 Februari 1921 itu adalah salah seorang perwira tinggi di TNI dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.
Marah Halim sempat aktif di dunia olahraga nasional, dan pernah menggelar turnamen sepakbola nasional yang memperebutkan Piala Marah Halim.
Baca juga: Berita Foto: Kebakaran di Pemukiman Padat Penduduk, Api Berasal dari Mesin Cuci di Lantai Tiga
10. Edward Wellington Pahala Tambunan
Mayjen TNI (Purn) EWP Tambunan menjabat sebagai Gubernur Sumut selama 5 tahun, yakni sejak 12 Juni 1978 hingga 13 Juni 1983.
Pria kelahiran tahun 1927 ini disebut sebagai sosok penggagas salam khas Sumatera Utara, seperti Horas, Majua-jua, Penjua-jua dan Ahoi.
11. Kaharuddin Nasution
Letjen TNI (Purn) Kaharuddin Nasution terpilih sebagai Gubernur Sumut menggantikan EWP Tambunan. Ia menjabat sebagai orang nomor satu di Pemprov Sumut kala itu pada 13 Juni 1983-13 Juni 1988.
Sebelum menjadi Gubernur Sumut, pria kelahiran Medan, 23 Juli 1925 ini juga diketahui pernah menjabat sebagai Gubernur Riau kedua, yakni pada periode (1960-1966).
12. Raja Inal Siregar
Letjen TNI (Purn) Raja Inal Siregar menjabat Gubernur Sumut selama 10 tahun, yakni mulai 13 Juni 1988 sampai dengan 15 Juni 1998.
Raja Inal diketahui sebagai sosok yang mempopulerkan istilah Marsipature Hutana Be (Membangun Kampung Halaman Sendiri). Konsep itu ditujukan pria kelahiran 5 Maret 1938 tersebut, khusus bagi orang-orang yang telah sukses dipertantauan.
Beliau meninggal pada 5 September 2005 dalam sebuah kecelakaan pesawat Mandala Airlines di Jalan Jamin Ginting Medan. Hal itu tak lama setelah pesawat yang ia tumpangi lepas landas dari Bandara Polonia Medan.
Baca juga: Viral VIDEO Kebakaran Bawah Laut di Teluk Meksiko
13. Tengku Rizal Nurdin
Mayjen TNI (Purn) Tengku Rizal Nurdin merupakan Gubernur Sumut ke-13. Ia menjabat sebagai Gubernur Sumut pada periode 1998-2005.
Beliau meninggal dunia saat masih menjabat sebagai Gubernur Sumut dalam sebuah kecelakaan pesawat Mandala Airlines di Jalan Jamin Ginting Medan pada 5 September 2005, tak lama setelah pesawat yang ia tumpangi lepas landas dari Bandara Polonia.
Pesawat tersebut pun turut ditumpangi Gubernur Sumut sebelumnya yakni Letjen TNI (Purn) Raja Inal Siregar yang juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Sudah 3 Bulan Menikah, Ini Kata Atta Halilintar soal Cara Aurel Memperlakukan Dirinya Sebagai Suami
14. Rudolf Pardede
Rudolf Matzuoka Pardede sebelumnya merupakan Wakil Gubernur dari Tengku Rizal Nurdin.
Rudolf menggantikan (alm) Tengku Rizal yang meninggal dunia akibat peristiwa kecelakaan pesawat di tahun 2005.
Kemudian pascakejadian itu, mulai September 2005 hingga 18 Februari 2006, ia ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumut.
Lalu sampai dengan 10 Maret 2006, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut.
Dan melalui Keputusan Presiden No 27/2006, pria kelahiran 4 April 1942 itu pun dikukuhkan sebagai Gubernur Sumut.
Baca juga: SOSOK 5 Peramal (Paranormal) yang Mendadak Meninggal Dunia, Ramalan-ramalannya Bikin Heboh
15. Syamsul Arifin
Syamsul Arifin merupakan Gubernur Sumut pertama yang dipilih masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung yang digelar pada tahun 2008.
Sebelumnya pria yang memiliki gelar Datuk Seri Lelawangsa merupakan Bupati Langkat.
Berpasangan dengan Gatot Pujo Nugroho, akhirnya dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada 16 Juni 2008.
Namun, akhirnya diberhentikan sebagai Gubernur Sumut oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akibat terjerat kasus korupsi APBD Langkat (200-2007) senilai Rp 98,7 miliar dan oleh Mahkamah Agung (MA) akhirnya divonis enam tahun penjara.
Baca juga: Sudah 3 Bulan Menikah, Ini Kata Atta Halilintar soal Cara Aurel Memperlakukan Dirinya Sebagai Suami
16. Gatot Pujo Nugroho
Gatot Pujo Nugroho merupakan Gubernur Sumut ke-16. Sebelum menjabat sebagai gubernur, pria kelahiran 11 Juni 1962 itu adalah wakil dari Syamsul Arifin.
Sempat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut (21 Maret 2011-14 Maret 2013), Gatot pun kemudian resmi dilantik menjadi Gubernur Sumut pada 14 Maret 2013, untuk masa sisa jabatan periode 2008-2013.
Di tahun 2013 itu, Gatot yang maju di Pilgub Sumut berpasangan dengan Tengku Erry Nuradi berhasil meraih suara terbanyak dibandingkan empat pasangan lain.
Sehingga pada tanggal 16 Juni 2013, politisi PKS tersebut dilantik kembali oleh Mendagri kala itu, Gamawan Fauzi sebagai Gubernur Sumut.
Namun 27 Juli 2015 Gatot ditangkap KPK lantaran turut terjerat kasus suap hakim PTUN Medan.
Baca juga: Berita Foto: Kebakaran di Pemukiman Padat Penduduk, Api Berasal dari Mesin Cuci di Lantai Tiga
17. Tengku Erry Nuradi
Tengku Erry Nuradi menjabat sebagai Gubernur Sumut sejak 25 Mei 2016, menggantikan Gatot Pujo Nugroho yang terjerat kasus suap dan ditangkap KPK.
Adik kandung (alm) Tengku Rizal Nurdin (Gubernur Sumut ke-13) itu, awalnya menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumut, setelah berhasil memenangkan kontestasi Pilgub Sumut 2013.
Mantan Bupati Serdangbedagai itu pun menjabat sebagai Gubernur Sumut hingga 16 Juni 2018.
Baca juga: Dua Pemuda Pengangguran Ditangkap Polisi, Curi Seng Di Rumah Kosong, Begini Faktanya
18. Edy Rahmayadi
Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi dilantik menjadi Gubernur Sumut oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 September 2018.
Baca juga: Kawin Boleh, Nikah Boleh, Tapi Hamil Jangan!
Mantan Pangkostrad itu menjadi Gubernur Sumut setelah berhasil memenangi Pilgub Sumut dengan meraih 3.291.137 suara (57,58 persen).
Adapun periode jabatan Edy Rahmayadi yang berpasangan dengan Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, yakni hingga tahun 2023.
(ind/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/edy-rahmayadi-dan-musa-rajekshah-saat-dilantik-di-istana-negara_20180905_195200.jpg)