Breaking News:

Medan Kota Terkotor di Indonesia,Pilot Project Penanganan Sampah Domestik TPA Terjun Diluncurkan

Pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi  Advanced Land Fill Mining With Material dan Energy Recovery (ALFIMER) harus dilakukan.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI
SEJUMLAH pemulung saat sedang mengumpulkan sampah di TPA Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (29/4/2021). Wali Kota Medan Bobby Nasution akhirnya meresmikan program pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi Advanced Land Fill Mining With Material & Energy Recovery (ALFIMER) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun Jalan Marelan Raya, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution meluncurkan pilot project penanggulangan dan penanganan sampah domestik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (3/7/2021) siang.

Program pengolahan sampah ini menggunakan  teknologi  Advanced Land Fill Mining With Material & Energy Recovery (ALFIMER). Bobby mengatakan, teknologi ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah di TPA Terjun dan mengubah status Medan sebagai kota terkotor di Indonesia.

"TPA Terjun ini menggunakan sistem open dumping, sehingga Kota Medan mendapatkan status kota terkotor dari Kementerian Lingkungan Hidup," ujar Bobby.

Bobby mengatakan, untuk mengubah status ini pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi  Advanced Land Fill Mining With Material dan Energy Recovery (ALFIMER) harus dilakukan.

Selain itu, kata dia, Pemko Medan juga berencana untuk mengubah status Kota Terkotor dengan menyiapkan 50 hektare lahan TPA regional baru di Desa Talun Kenas, Kabupaten Deli Serdang dengan sistem sanitary landfill. "Kita menargetkan Medan tak lagi menjadi salah satu kota terkotor di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan mengubah sistem pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang selama ini menggunakan sistem open dumping menjadi sistem sanitary Landfill," katanya.

Bobby juga mengatakan, pihaknya menargetkan Kota Medan keluar dari status kota terkotor pada tahun 2024. "Dengan begitu Medan tidak lagi menjadi kota terjorok di 2024," tambahnya.

Dijelaskannya, Pemko Medan bersama Pemerintah Provinsi Sumut dan Kabupaten Deliserdang, telah menyiapkan lahan untuk TPA regional. "Semoga ini akan segera terealisasi untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Medan," tuturnya.

Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Mudah Indonesia (HIPMI) itu mengatakan, TPA Terjun tak bisa diubah dari open dumping ke sanitary landfill karena biaya yang sangat besar dan lokasi yang tidak memadai.

Baca juga: Kadis Kebersihan Husni Secara Bertahap Akan Ganti Truk Sampah Kusam Jadi Truk Konvektor

"Salah satu upaya yang kami lakukan dengan menggunakan sistem Bio Teknologi," ungkapnya.

Bobby menuturkan, dengan teknologi ini penanggulangan dan pengubahan sampah baru dengan biaya murah, ramah lingkungan, teknik sederhana dan sistem permesinan yang sangat terjangkau. "Permasalahan di TPA Terjun sudah terlanjur pakai open dumping harus juga bisa diselesaikan. Ini enggak boleh kita tinggalkan masalah tanpa ada solusinya," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved