Nikahi Gadis Cantik dan Muda, Pria 71 Tahun Lakukan Cara Ini agar Istrinya tak Digoda Lelaki Lain

Takut istrinya direbut lelaki lain, pria ini memiliki cara tersendiri untuk menahan istrinya agar tidak digoda orang lain.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Via doisongphapluat
Pria ini menikahi seorang wanita cantik dan muda. Ia pun punya cara agar istrinya tidak digoda lelaki lain. 

TRIBUN-MEDAN.com – Takut istrinya direbut lelaki lain, pria ini memiliki cara tersendiri untuk menahan istrinya agar tidak digoda orang lain.

Menikahi seorang gadis yang cantik dan muda membuat pria 71 tahun ini tidak bisa menahan rasa khawatirnya.

Apalagi banyak pria yang secara terang-terangan melirik kepada istrinya itu.

Ia pun kemudian mencari cara unik yang membuat istrinya syok.

Halaman Ctwant baru-baru ini melaporkan kasus seorang pria tua bermarga Luong (71). 

Luong saat ini tinggal di Guangxi, China.

Baca juga: Inilah Sosok Misheck, Pria Zimbabwe yang Punya 16 Istri dan 151 Anak, Kabarnya Pengin Nikah Lagi

Baca juga: Sukses Gaet Gadis Belia 21 Tahun, Gini Nasib Ki Daus & Istri Mudanya Dewi Lestari hingga Punya Anak

Baru-baru ini, Luong mengejutkan banyak orang ketika dia menjadi seorang ayah untuk ke-15 kalinya.

Menurut Luong, istrinya berasal dari provinsi Guizhou. 

Pada tahun 1994, Luong pergi ke Guangdong untuk bekerja dan bertemu dengan istrinya. 

Saat itu, Luong berusia 49 tahun sedangkan istrinya baru berusia 19 tahun.

Meskipun perbedaan usia yang jauh, Luong dan istrinya tetap jatuh cinta dan kemudian menikah. 

Pasangan ini menyambut putri pertama mereka setelah 1 tahun menikah. 

Pria ini menikahi seorang wanita cantik dan muda. Ia pun punya cara agar istrinya tidak digoda lelaki lain.
Pria ini menikahi seorang wanita cantik dan muda. Ia pun punya cara agar istrinya tidak digoda lelaki lain. (Via doisongphapluat)

Karena ingin memiliki kondisi hidup yang lebih nyaman, Luong membawa istri dan anak-anaknya ke pegunungan di Guangxi untuk hidup dan mencari nafkah dengan memotong getah pinus.

Saat itu, istri cantik Luong yang lebih muda 30 tahun itu membuat banyak pria di desa berdebar. 

Beberapa perangkat desa bahkan pergi ke rumahnya untuk meyakinkan istri Luong agar meninggalkan suaminya dan menikah lagi dengan orang lain. 

Namun, mereka selalu ditolak mentah-mentah.

Fakta bahwa banyak pria dan perangkat desa mengawasi istri mereka yang cantik membuat Luong khawatir. 

Setelah berpikir sejenak, dia menemukan cara unik untuk menjaga istrinya agar bersamanya selamanya. 

Baca juga: Artis Senior Waty Siregar Sedang Berjuang Melawan Kanker, Begini Kondisi Terkini Ibunda Elma Theana

Baca juga: Pria Afganistan Pembunuh Juragan Emas Lakukan Hal Ini sebelum Menghabisi Nyawa Suami Selingkuhan

Rencana Luong adalah membuat istrinya hamil dan melahirkan terus menerus.

Pada tahun 1996, istri Luong melahirkan seorang putri kedua.

Pada akhir tahun 1997, putri ketiga Luong lahir. 

Pada awal 1999, keluarganya memiliki putra keempat.

Pada awal 2000, istrinya melahirkan putra kelima.

Pada bulan November tahun di yang sama, keluarganya menyambut sepasang anak kembar dan dua putri.

Baca juga: Baru Menikah Sudah Jadi Janda, Suami Pengantin Wanita Tewas Dipukuli Tamu Gegara Tradisi Pernikahan

Baca juga: Ashanty Blak-blakan Akui Sudah Tulis Surat Wasiat untuk Anak-anak Anang Hermansyah, Ada Apa?

Sama seperti itu, dalam 21 tahun terakhir, Luong dan istrinya telah memiliki 15 anak.

Sebagian besar anak Luong lahir sendiri di rumah. Istrinya memotong tali pusar anak-anaknya dengan gunting yang tidak dibersihkan sama sekali.

Setelah tali pusarnya dipotong, istri Luong akan mengoleskan minyak pohon teh ke pusar bayi agar tidak infeksi.

Barulah pada kelahiran anak ke-13, istri Luong datang ke rumah sakit untuk melahirkan.

Meskipun China pada waktu itu memiliki peraturan yang sangat ketat tentang persalinan, pemerintah setempat sangat lunak terhadap keluarga Luong. 

Baca juga: Hajatan di Langkat Masih Dilarang Sampai Batas Waktu yang Belum Ditentukan

Baca juga: Hati-hati Terhadap Akun Medsos yang Melakukan Penipuan Mengatasnamakan Bupati Langkat

Keluarganya tidak dihukum karena memiliki terlalu banyak anak. 

Aparat desa juga membantu semua anaknya mendapatkan pencatatan rumah tangga.

Selain itu, keluarganya juga tergolong keluarga miskin dan menerima subsidi sebesar 2.000 yuan (Rp 4,4 juta) sebulan. 

Berkat itu, kehidupan keluarganya tidak begitu sulit.

(yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved