Breaking News:

Pernah Dinobatkan Kota Terkotor, Bobby Nasution Beri Perhatian Terhadap Penanganan Sampah

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan masalah sampah akan menjadi perhatian serius. Sebab, Kota Medan menyandang predikat sebagai kota terkotor

Editor: jefrisusetio
Dok. Humas Pemko Medan
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, saat menjadi narasumber dalam dialog publik yang dihelat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sumut, Sabtu (19/6) di aula LPMP Sumut.  

Primer Koperasi dan Pengelola Sampah dan USU telah dilauncing Bobby Nasution di TPA Terjun. 

“Melalui sistem land fill minning dengan menggunakan teknologi ALFIMER yang mengandalkan sistem bio teknologi, baik sampah baru maupun lama dapat diolah menjadi pupuk dan cairan disinfektan. Sebanyak 15 ton pupuk hasil pengelolaan, telah kita bagikan kepada kabupaten/kota yang terdekat dengan Kota Medan. Kita harapkan sistem ini bisa mengatasi persoalan sampah di TPA Terjun,” kata Bobby Nasution.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI mendukung upaya Bobby Nasution dalam penanganan sampah dengan menggelar Kick Off Meeting Feasibility Study dan Basic Engineering Design (DED).

Pemanfaatan sampah kota menjadi refuse derived fuel (RDF) atau solid recoveried fuel (SRF) di Grand Aston City Hall Medan.

Kick off ini digelar untuk studi kelayakan pengelolaan sampah menggunakan metode RDF dan SRF dengan memanfaatkan kepadatan untuk bahan bakar.

Penanganan sampah terukur yang dilakukan Bobby Nasution mendapat dukungan banyak kalangan, salah satunya Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Dr Hatta Ridho SSos MS.

Hatta menilai, langkah yang dilakukan Bobby Nasution merupakan sebuah terobosan yang sangat bagus. Sebab, penanganan sampah yang dilakukan selama ini masih menggunakan sistem open dumping.

“Artinya, sampah diangkut dan  dibuang langsung ke TPA Terjun. Perharinya, Kota Medan menghasilkan sampah sebanyak 2.000 ton, sedangkan yang bisa diangkut hanya 1.500 ton. Jadi, pengelolaan sampah dengan sistem ALFIMER sangat tepat sekali karena menghasilkan keuntungan berupa pupuk,” ungkap Hatta.

Selanjutnya, Hatta juga mendukung kolaborasi Pemko Medan dengan Deli Serdang dan Pemprov Sumut dalam pengadaan TPA Regional.

Sebab, hal itu dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya dari segi administratif saja, tetapi juga kenyamanan masyarakat seperti udara dan lingkungan yang bersih.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved