Breaking News:

Pernah Dinobatkan Kota Terkotor, Bobby Nasution Beri Perhatian Terhadap Penanganan Sampah

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan masalah sampah akan menjadi perhatian serius. Sebab, Kota Medan menyandang predikat sebagai kota terkotor

Editor: jefrisusetio
Dok. Humas Pemko Medan
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, saat menjadi narasumber dalam dialog publik yang dihelat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sumut, Sabtu (19/6) di aula LPMP Sumut.  

TRIBUN-MEDAN.COM - Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan masalah sampah akan menjadi perhatian serius. Sebab, Kota Medan menyandang predikat sebagai kota terkotor tahun 2019. 

Karena itu, penanganan sampah menjadi program yang harus diselesaikan. 

Kini, Bobby Nasution menerbitkan Peraturan  Wali Kota Medan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pengelolaan Persampahan yang sebelumnya ditangani Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) tetapi kini diserahkan pada camat. 

Langkah ini dilakukan agar penanganan sampah semakin lebih efektif, sebab camat lebih mengetahui kondisi wilayahnya. Sedangkan, DKP fokus untuk menangani tempat pembuangan akhir (TPA).

Selanjutnya, Pemko Medan berkolaborasi dengan Pemkab Deli Serdang dan Pemprov Sumut telah mempersiapkan 50 hektar lahan untuk TPA Regional di Talun Kenas, Deli Serdang.

Di TPA Regional ini, Bobby Nasution berharap sistem penanganan sampah akan menggunakan sistem sanitary landfill. Diharapkannya, sebelum 2024 rencana tersebut terwujud.

Sedangkan di TPA Terjun, Bobby Nasution bertekad untuk menyelesaikan penanganan sampah yang sampai saat ini masih menggunakan open dumping.

Ia ingin, gunungan sampah yang ada di tempat itu bisa dikurangi. Salah satu upaya yang dilakukan  yakni menggunakan sistem teknologi Advanced Land Fill Minning With Material & Energy Recovery (ALFIMER) dengan mengandalkan sistem bio teknologi.

Melalui sistem ini, baik sampah baru maupun sampah lama dapat ditangani dengan biaya murah, ramah lingkungan, teknik sederhana dan sistem permesinan yang terjangkau.

Selain menjadi pupuk, pengelolaan sampah juga menghasilkan cairan disinfektan. Penanganan sampah melalui sistem ini yang merupakan hasil kerjasama Pemko Medan dengan PT Mitra Biosis Ecotonik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved